Tapanuli Tengah (ANTARA) - Pemerintah memberikan bantuan kepada pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak banjir dan longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Verifikator Kecamatan Tukka, Maria Christina mengatakan bahwa musibah banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun lalu itu banyak memberikan dampak buruk bagi masyarakat yang memiliki UMKM di lokasi tersebut.
“Data UMKM yang ada di Kecamatan Tukka, imbas dari banjir Bandang yang terjadi pada tanggal 25 November 2025 yang lalu, sesuai dengan uji publik yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM, berjumlah 1.262,” kata Maria Christina di Kecamatan Tukka, Sumatera Utara, Senin.
Oleh karena itu, pihak Kecamatan Tukka sedang membuka pendataan bagi mereka pemilik usaha yang terkena dampak tersebut. Hal ini dilakukan agar perekonomian di lokasi tersebut masih tetap bergerak.
Saat ini, Maria belum bisa memastikan besaran yang nantinya bakal diterima oleh masyarakat terdampak. Hal itu dikarenakan perbedaan jenis usaha yang mereka geluti sebelum terjadinya bencana tersebut.
Untuk bisa mendapatkan bantuan ini, Maria menjelaskan bahwa pemilik UMKM harus membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan mulai dari foto lokasi usaha sebelum dan sesudah bencana, Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
Dia melanjutkan foto UMKM sebelum dan sesudah banjir menjadi syarat yang harus dibawa oleh mereka ke Kecamatan ketika mereka mendaftar. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah tindak penipuan dari oknum yang memanfaatkan program ini.
“Itulah syarat utamanya, foto itu nanti akan dibuktikan oleh tim validasi kelapangan apakah sesuai foto dengan hasil yang ada di lapangan nantinya,” ujar dia.
Baca juga: Warga di tujuh desa penyangga Mandalika dapat paket sembako
Sementara itu, di lokasi yang sama seorang warga menyampaikan rasa terimakasihnya terkait hadirnya pemerintah dalam membantu kesulitan masyarakat agar tetap bisa melanjutkan usaha yang digelutinya selama ini.
“Kami sedang urus usaha kami yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Kami UMKM di bagian nelayan dan juga kapal pariwisata, yang sudah kami jalani sekitar 4 tahun,” kata Elly Saputra Panggabean.
Baca juga: Menteri UMKM menegaskan pentingnya penguatan pasar domestik
“Mudah-mudah program ini bisa membantu masyarakat yang terdampak seperti saya ini, itu saja harapan saya sebagai masyarakat di sini,” kata dia.
Hingga saat ini, pihak Kecamatan Tukka masih terus aktif mendata warga-warga yang memiliki usaha kecil agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Dalam fase kedua ini, sudah terdata sebanyak 500 warga yang memberikan laporan bahwa usaha mereka terdampak bencana banjir bandang susulan beberapa waktu yang lalu.
Pewarta : Chairul Rohman
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026