Mataram (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, siap mengerahkan sebanyak 90 personel untuk pengamanan pelaksanaan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah/2026, di enam kecamatan se-Kota Mataram.

"Langkah itu kami diambil guna memastikan kelancaran acara dan menjaga ketertiban umum di tengah antusiasme masyarakat yang tinggi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram  Irwan Rahadi di Mataram, Kamis.

Dikatakan, seluruh pelaksanaan hari raya di tahun 2026, termasuk Idul Fitri dan Nyepi, merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Mataram Nomor 100 Tahun 2026.

Untuk menjamin pelaksanaan berjalan lancar dan aman, pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi dan jumlah peserta, pihak keamanan telah mengidentifikasi beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi dan kendala lalu lintas.

Baca juga: Jaga harmoni, Takbiran di Mataram dibagi enam titik

Seperti di Kecamatan Cakranegara dan Selaparang khususnya daerah Dasan Agung dan Rembiga yang biasanya memiliki peserta paling banyak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 90 personel Satpol PP akan dikerahkan. Petugas tidak hanya melakukan patroli keliling, tetapi juga disiagakan secara menetap di enam titik pos pengamanan pawai takbiran yang telah ditentukan.

Salah satu poin krusial dalam aturan dalam pawai takbiran sesuai edaran Wali Kota Mataram itu, larangan penggunaan petasan yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Kami sudah koordinasi dengan pihak panitia, agar seluruh peserta bisa mengindahkan poin tersebut," katanya.

Baca juga: Nyepi dan Lebaran beririsan, Takbiran di Mataram dibatasi

Apabila ada peserta yang melanggar aturan itu, maka panitia memiliki kewenangan memberikan sanksi, salah satunya sanksi diskualifikasi.

Karena itu, pihaknya juga mengimbau dan mengawasi jalannya pawai dari titik keberangkatan hingga pulang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama menjaga kondusivitas selama malam takbiran agar perayaan kemenangan ini berjalan khidmat dan aman," katanya.

Di sisi lain, tambah Irwan, dengan keterbatasan personel pihaknya meminta partisipasi panitia dan aparat lingkungan serta masyarakat untuk melapor ketika ada indikasi aktivitas peserta pawai atau penonton yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga: Ratusan petugas di Mataram dikerahkan hadapi sampah ogoh-ogoh & takbiran
Baca juga: Polresta Mataram melibatkan ratusan personel amankan pawai takbiran
Baca juga: Polisi alihkan arus lalu lintas saat pawai takbiran di Mataram



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026