Kota Bima (ANTARA) - Sebagian warga di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis dengan menggelar salat Id, mengikuti penetapan hisab Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah, saat mayoritas umat Islam di Indonesia masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait awal Syawal.
Jemaah tarekat tersebut, melaksanakan salat Id di dua lokasi, yakni di Kelurahan Ntobo dan Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba.
Di Kelurahan Ntobo, salat Idul Fitri dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal dan dimulai sekitar pukul 07.30 Wita. Salat dipimpin, Imam Ustad M. Sidik dengan khatib Ustad M. Tayeb, serta berakhir sekitar pukul 08.30 Wita.
Baca juga: Shalat Idul Fitri di Mataram dipusatkan di Epicentrum Mall
Dalam khutbahnya, M. Tayeb mengajak jemaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
"Momentum berakhirnya Ramadhan harus ditandai dengan mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT," ujarnya.
Ia juga mengingatkan, pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga dan lingkungan sosial, termasuk berbakti kepada orang tua serta saling memaafkan antar sesama.
"Idul Fitri menjadi momentum untuk saling memaafkan dan kembali mempererat hubungan, baik dalam keluarga maupun dengan masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemprov NTB dan Pemkot Mataram gelar shalat Idul Fitri di Islamic Center
Usai salat, jemaah melanjutkan dengan tradisi saling bersalaman dan ramah tamah, kemudian berkumpul untuk makan bersama dengan hidangan yang disiapkan oleh pihak pondok pesantren.
Tradisi pelaksanaan salat Id lebih awal oleh sebagian warga Ntobo diketahui telah berlangsung setiap tahun, mengikuti penetapan Imam Afandi Bin Ibrahim Al Maqbul atau Tuan Guru Aji Fandi, pemimpin Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah.
Penetapan awal Syawal tersebut menggunakan metode hisab bin nadariyah dan dzuhuriyah yang tertuang dalam kitab Muinul Mubin, yang juga menjadi rujukan dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Adha, dan tidak diumumkan secara luas.
Sementara itu, salat Idul Fitri yang digelar di Kelurahan Rontu, berlangsung di Masjid Ma'had Umdatul Ummah Oi Si’i, Kecamatan Raba. Pelaksanaannya, dipimpin oleh imam sekaligus khatib Abuya Muhammad Ayyubi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jemaah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan mengacu pada rukyatul hilal global.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026