Mataram (ANTARA) - Otoritas Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pengawasan lalu lintas selama arus mudik Lebaran untuk mencegah masuknya komoditas ilegal yang dibawa pemudik agar tidak mengancam keamanan hayati dan ketahanan pangan daerah.
Kepala Karantina NTB Ina Soelistyani menekankan pengawasan efektif butuh sinergi lintas sektor guna menghadapi lonjakan penumpang dan barang yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan.
"Meski frekuensi lalu lintas barang meningkat signifikan, standar pengamanan dan kepatuhan terhadap regulasi tidak boleh kendor," ucapnya di Mataram, Kamis.
Ina menegaskan peningkatan frekuensi lalu lintas barang selama musim mudik menjadi celah yang harus diantisipasi secara serius untuk mencegah media pembawa ilegal masuk, sehingga tidak berpotensi menimbulkan hama dan penyakit.
Baca juga: Mudik Lebaran, Polairud diterjunkan jaga pelabuhan di NTB
Menurut dia, setiap komoditas yang melintas wajib memenuhi persyaratan kesehatan serta ketentuan administratif yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan hayati di wilayah NTB.
Otoritas Karantina NTB memperkirakan ada potensi kenaikan frekuensi pengiriman komoditas selama musim libur panjang. Koordinasi antar instansi menjadi kunci utama keberhasilan pengawasan, terkhusus di bandara.
"Peningkatan lalu lintas barang sering terjadi saat mudik. Oleh karena itu pengawasan ketat dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bandara adalah harga mati untuk menjaga keamanan hayati dan ketahanan pangan," kata Ina.
Baca juga: Bandara Lombok prediksi puncak mudik Lebaran H-4 17 Maret 2026
Pada Lebaran 2025 Bandara Lombok mencatat sebanyak 1.134 pergerakan pesawat, 130.883 penumpang, serta 660 ton kargo. Otoritas bandara memproyeksikan ada lebih dari 136 ribu penumpang, 1.454 pergerakan pesawat, dan 702 ton kargo selama musim Lebaran 2026.
Sedangkan layanan penyeberangan laut menyiapkan 26 armada kapal untuk mengantisipasi perjalanan masyarakat selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Lombok Farhan Ramli mengatakan momentum Idul Fitri menuntut kewaspadaan ganda dari seluruh petugas lapangan seiring peningkatan arus penumpang dan pengiriman barang.
Baca juga: Mudik Lebaran, Kapolda NTB cek pos pengamanan di Mandalika
Selain memastikan kelancaran layanan, imbuh dia, Otoritas Karantina NTB tetap berkomitmen memperketat pemeriksaan terhadap dokumen maupun fisik komoditas pertanian dan perikanan yang melintas melalui bandara.
"Langkah tersebut penting untuk menjamin validitas pemberitahuan pabean terkhusus bagi komoditas berorientasi ekspor melalui bandara memiliki standar yang seragam dan valid," kata Farhan.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026