Lombok Tengah (ANTARA) - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan puncak arus mudik hari raya Idul Fitri 1447 hijriah diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026.

"Puncak arus mudik lebaran tahun ini diprediksi 17 Maret 2026," kata General Manager Bandara Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Senin.

Ia mengatakan pada puncak arus mudik tersebut, diproyeksikan jumlah penumpang mencapai sekitar 9.096 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau Minggu, 29 Maret 2026.

"Dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai sekitar 9.808 penumpang," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data operasional, pada periode posko angkutan udara Lebaran tahun sebelumnya, Bandara Lombok mencatat sebanyak 1.134 pergerakan pesawat, 130.883 penumpang, serta 660 ton kargo. 

Baca juga: DPR ingatkan titik rawan bencana saat mudik Lebaran di NTB

Sedangkan pada posko terpadu lebaran 2026 diproyeksikan pergerakan penumpang pada arus mudik dan balik lebaran atau Idul Fitri 1447 hijriah mencapai 136.255 penumpang.

"Pergerakan penumpang pada lebaran ini ditargetkan meningkat 4,1 persen," katanya.

Sementara itu, pada periode angkutan udara Lebaran 2026, memproyeksikan terdapat peningkatan trafik pergerakan pesawat yang mencapai 1.454 pergerakan atau meningkat 28,2 persen.

"Dan kargo yang mencapai 702 ton atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya," katanya.

Baca juga: Mudik Lebaran, Kapolda NTB cek pos pengamanan di Mandalika

Bandara Lombok bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian operasional selama periode angkutan Lebaran berjalan dengan lancar, aman, dan tertib serta dapat memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Pihaknya telah menyiapkan posko terpadu di di Pick Up Zone Bandara Lombok yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara, antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan dan maskapai penerbangan.

"Posko terpadu ini beroperasi selama 18 hari kedepan hingga 30 Maret 2026," katanya.

Baca juga: BMKG: Mudik Lebaran di NTB berpotensi diguyur hujan

Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 M (1447 H).

“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan lebaran," katanya .

Baca juga: Kapolda NTB atensi arus mudik Lebaran 2026, Koordinasi pengamanan diperketat



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026