Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebutkan ribuan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau Kelompok 3B terdampak penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akibat penutupan sementara (suspen) belasan dapur MBG di kota itu.

"Jika jumlah dapur yang ditutup 15 dapur, dan satu dapur melayani 300 sasaran 3B, maka ada sekitar 4.500 sasaran 3B yang terdampak," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Kamis.

Menurutnya, Program MBG pada belasan dapur dihentikan sementara merupakan langkah tegas yang diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan suspen atau penghentian sementara Program MBG.

Keputusan itu diambil sebagai langkah preventif untuk mengevaluasi dan memastikan standar keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

"Dengan alasan itu, kami menyatakan dukungan penuh atas langkah BGN tersebut," katanya.

Baca juga: Terpopuler: Kecelakaan maut truk sapi, SPPG di Dompu disetop, hingga perbaikan IPAL dapur MBG

Ia mengatakan keamanan dan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan, dinilai jauh lebih penting daripada kelanjutan distribusi yang berisiko.

Penutupan dapur MBG sementara tentu berdampak langsung pada ribuan penerima manfaat dari Kelompok 3B. Untuk angka pastinya masih dalam proses verifikasi, estimasi kasar menunjukkan ribuan jiwa terdampak.

Baca juga: Pemprov NTB perketat standar higienis dapur program MBG

"Kami lebih memilih keamanan daripada pemberiannya jika berisiko. Langkah yang diambil BGN pasti sudah memikirkan sisi dampak dan keberlanjutannya," kata Emirald.

Di sisi lain Emirald, meminta masyarakat untuk tetap tenang selama masa suspen sejumlah dapur MBG. Evaluasi yang dilakukan BGN bertujuan agar ke depannya Program MBG dapat berjalan dengan standar gizi dan keamanan yang lebih ketat.

"Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tanpa rasa khawatir," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026