Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan lokapasar BaleKITA sebagai motor baru pemasaran produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah agar mampu bersaing dalam pasar nasional maupun global.
"Produk yang masuk tidak hanya ditampilkan, tetapi dipersiapkan agar benar-benar siap bersaing," kata Kepala Balai Kemasan Promosi Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BKP3UD) Disperindag NTB Achiyat Winata di Mataram, Kamis.
Achiyat mengatakan pemerintah merancang BaleKITA sebagai ruang pemasaran terpadu menggabungkan identitas lokal dengan pendekatan bisnis yang lebih profesional agar UMKM dapat naik kelas.
Setiap produk melalui proses kurasi yang lebih ketat mencakup kualitas, legalitas, hingga kemasan. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar mampu memenuhi standar pasar.
"BaleKITA dimaknai sebagai rumah bersama, tempat berkreasi, berinovasi, terbuka, dan tetap menjaga keaslian produk NTB," ucap Achiyat.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Pemerintah NTB melakukan re-branding atau mengubah jenama lokapasar berbasis aplikasi NTB Mall menjadi BaleKITA sebagai langkah strategis memperkuat identitas dan daya saing produk unggulan daerah.
Baca juga: NTB Mall resmi berubah jadi BaleKITA, perkuat identitas produk lokal
Perubahan nama itu sebagai bagian dari transformasi etalase produk lokal agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar dan mampu mendorong peningkatan penjualan UMKM.
Menurut Achiyat, pengembangan BaleKITA bukan sekadar perubahan nama melainkan bagian dari penataan ulang sistem promosi produk unggulan daerah agar lebih selektif, terkurasi, dan mampu bersaing di pasar yang kian kompetitif.
Salah satu pendekatan utama yang diusung BaleKITA adalah penguatan nilai cerita berupa asal-usul, proses produksi, serta nilai budaya agar bisa meningkatkan nilai jual sekaligus membangun kedekatan emosional antara konsumen dengan produk lokal NTB.
Baca juga: Shalat Idul Fitri di Mataram dipusatkan di Epicentrum Mall
Pemprov NTB menargetkan BaleKITA segera diluncurkan untuk mendukung momentum berbagai acara internasional, termasuk Rinjani 100 sebagai upaya memperluas eksposur produk lokal ke mancanegara.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB mencatat ada 418 pelaku UMKM dengan lebih dari 5.700 produk telah menjadi bagian dari ekosistem pemasaran yang diperkuat melalui etalase BaleKITA tersebut.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026