Beijing (ANTARA) - Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) mengatakan China akan kembali menaikkan harga eceran bensin dan solar mulai Selasa tengah malam, sebagai respons atas keterbatasan bahan bakar global dan kenaikan harga minyak yang dipicu konflik Timur Tengah.
"Berdasarkan mekanisme penetapan harga minyak olahan, mulai pukul 24:00 [16:00 GMT] pada tanggal 7 April, harga bensin dan solar akan dinaikkan masing-masing sebesar 800 dan 770 yuan per ton; setelah penyesuaian, kenaikan aktual akan mencapai 420 dan 400 yuan," kata NDRC dalam sebuah pernyataan.
Itu menandai penyesuaian harga ketiga sejak eskalasi krisis TImur Tengah. China telah menaikkan harga bahan bakar domestik pada 10 Maret dan sekali lagi pada 24 Maret.
Pihak berwenang China menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan, menindak pelanggaran aturan penetapan harga, menjaga tatanan pasar.
Baca juga: China dukung mediasi Pakistan redakan konflik AS-Iran
Perusahaan-perusahaan energi negara besar, termasuk CNPC, Sinopec, dan CNOOC, akan memastikan produksi dan transportasi produk minyak bumi, menjaga pasokan pasar yang stabil, dan secara ketat mematuhi kebijakan penetapan harga negara.
Mekanisme penetapan harga China menetapkan bahwa jika harga minyak global berubah lebih dari 50 yuan per ton dan tetap pada level tersebut selama 10 hari kerja, harga bensin dan solar domestik akan disesuaikan.
Baca juga: China menuduh penyusup ke kedutaan di Tokyo karena neo-militerisme
Akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, pengiriman melalui Selat Hormuz praktis terhenti, dan perusahaan asuransi telah menaikkan premi dan meninjau cakupan asuransi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026