Mataram, 3/10 (ANTARA) - Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram tengah mengejar 69 orang imigran Afganistan yang melarikan diri dari lokasi penampungan sementara di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pertengahan September lalu.

   "Kami sudah meminta bantuan polisi dan TNI AL semoga bisa menemukan kembali 69 orang imigran Afganistan yang kabur itu," kata Kepala Seksi Status Kemigrasian Kanim Mataram, Syarifullah, di Mataram, Sabtu.

   Ia menjelaskan, 69 orang dari 70 orang imigran Afganistan nekat kabur dari lokasi penampungan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah menolak dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepulauan Riau.  

Sebanyak 70 orang imigran Afganistan itu ditangkap TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram di perairan NTB sekitar dua mil sebelah utara Pulau Patakan, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (10/9) malam dan Jumat (11/9) malam.

   Kapal patroli TNI AL memergoki sebuah kapal kayu berbobot 15 GT yang diduga merupakan kapal sewaan untuk menyeberangkan para imigran Afganistan ke kapal besar yang diparkir di laut lepas untuk selanjutnya menuju Australia. 

Kapal pengangkut puluhan imigran Afganistan itu ditangkap di perairan NTB sekitar dua mil sebelah utara Pulau Patakan, Kabupaten Lombok Timur.

   Sebanyak 56 orang ditangkap dalam aksi pertama dan 14 orang imigran Afganistan lainnya baru ditangkap keesokan harinya karena sempat melarikan diri ke pulau-pulau kecil di sekitar perairan Lombok Timur itu.

   Para imigran Afganistan itu kemudian ditampung di Lanal Mataram namun secara administrasi sudah diserahkan ke pihak Kanim Mataram selaku pihak yang berkewenangan menangani warga asing yang bermasalah dari aspek keimigrasian.

   Sesuai rencana sebelumnya, sebanyak 40 orang imigran Afganistan itu akan diberangkatkan ke Rudenim Tanjungpinang pada Minggu (13/9), dan 30 orang lainnya akan menyusul pada Selasa (15/9).

   Namun, karena banyak yang menolak sehingga rencana pemberangkatan itu dibatalkan.

   Saat ditampung di kompleks Markas TNI AL di Ampenan Mataram, empat dari 70 orang imigran Afganistan itu berhasil kabur dari lokasi penampungan itu sehingga 66 orang itu dipindahkan ke Wisma TNI AL di Jalan Pejanggik Kota Mataram.

   Ketika ditampung di Wisma TNI AL itu sebanyak 50 orang dari 66 orang imigran Afganistan itu juga kabur meninggalkan lokasi penampungan sementara itu.

   Pihak Kanim Mataram kemudian mengamankan 16 orang imigran Afganistan yang tersisa di Ruang Karantina Kanim Mataram.

   Keesokan harinya, polisi menyerahkan dua orang imigran Afganistan yang ditangkap ketika hendak kabur melalui Bandara Selaparang Mataram dan seorang lagi berupaya bersembunyi di rumah penduduk Kota Mataram, sehingga penghuni Ruang Karantina Kanim Mataram menjadi 18 orang.

   Namun, ketika gelap gulita karena listrik PLN padam saat hujan deras di malam lebaran, Sabtu (19/9) lalu, para imigran Afganistan yang tersisa itu juga nekat kabur dengan cara mejebol plafon ruang karantina itu.

   "Sebanyak 17 orang berhasil kabur, seorang terlambat bergerak sehingga dapat ditangkap. Kini, kami bekerja sama dengan polisi dan TNI AL mengejar 69 dari 70 orang imigran Afganistan yang kabur itu," ujar Syarifullah.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026