Purwakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan perjalanan kereta api dari wilayah Daop 2 pada Kamis kembali normal, pasca-insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jabar. 

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, dalam keterangannya yang diterima di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, mengatakan kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta  jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam.

Akibat insiden itu, sejumlah perjalanan kereta api terdampak. KAI Daop 2 Bandung telah membatalkan empat perjalanan KA yang berangkat dari Daop 2 Bandung.

Ia menyebutkan pada Senin (27/4), terdapat satu perjalanan yang dibatalkan, yakni KA Parahyangan. Kemudian pada Selasa (28/4) ada dua perjalanan yang dibatalkan, yakni perjalanan KA Parahyangan dan perjalanan KA Pangandaran. Selanjutnya pada Rabu (29/3), Daop 2 juga membatalkan perjalanan KA Parahyangan.

Baca juga: Pentingnya evaluasi berperspektif gender memastikan standar keselamatan

Setelah dilakukan penanganan, akhirnya pada Kamis ini semua perjalanan kereta api kembali normal.

Terkait dengan jumlah pelanggan yang melakukan pembatalan tiket, tercatat hingga Rabu (29/4) malam sudah ada 930 pelanggan yang melakukan pembatalan.

"Jumlah pelanggan yang melakukan pembatalan tiket akan terus bertambah mengingat batas waktu yang diberikan untuk melakukan pembatalan adalah 7 x 24 jam dari jadwal yang tertera pada tiket," katanya.

Baca juga: Polisi periksa sopir taksi listrik dan petugas KAI terkait kecelakaan kereta api

Sementara itu, kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026