Denpasar (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memperkuat kolaborasi pemuda di kawasan Asia Tenggara melalui pendekatan diplomasi olahraga dalam forum Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir usai membuka sesi SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports di Sanur, Denpasar, Senin, mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis bagi negara-negara di kawasan untuk membahas masa depan olahraga dengan menempatkan pemuda sebagai tulang punggung pembangunan.
Menurutnya, sejumlah isu utama yang dibahas meliputi perkembangan kecerdasan buatan (AI), kesehatan mental, peluang kerja, hingga penguatan peran ajang olahraga seperti SEA Games dan Olimpiade.
"Kita saling belajar karena memang kembali pada situasi perubahan hari ini tidak ada negara yang terbaik, terhebat. Tetapi justru bagaimana kita sebagai saudara negara saling mengisi untuk beri kontribusi nyata untuk para pemuda yang ada di masing-masing negara," katanya.
Erick menekankan pentingnya pertukaran praktik terbaik antarnegara dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat. Ia menyebut tidak ada satu negara pun yang paling unggul, sehingga kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan program yang berdampak bagi generasi muda.
Selain itu, ia menyoroti potensi besar kawasan Asia Tenggara yang memiliki populasi sekitar 650 juta jiwa dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dalam konteks tersebut, sektor sport tourism dan industri olahraga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi kawasan di masa depan.
Erick juga mendorong lahirnya event olahraga bersama di tingkat regional, seperti marathon atau balap sepeda, yang dapat menjadi identitas Asia Tenggara di kancah internasional. Ia mencontohkan kesuksesan ajang marathon di berbagai kota dunia seperti London, Boston, New York, dan Tokyo, yang dinilai bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara Asia Tenggara untuk berkolaborasi menciptakan event serupa.
Selain pengembangan event, pembahasan juga mencakup penguatan peran SEA Games sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan menuju ajang yang lebih tinggi seperti Asian Games dan Olimpiade.
"Kita juga bicara mengenai Sea Games ke depan. Bahwa Sea Games harus menjadi bagian development olahraga Asia Tenggara yang berkesinambungan untuk ASEAN ataupun olimpik. Karena sudah mulai banyak olimpiade yang lahir atlet di sekitar kita," ungkapnya.
Erick menyebut kawasan Asia Tenggara kini mulai melahirkan banyak atlet kelas dunia dari berbagai cabang olahraga, tidak hanya bulu tangkis, tetapi juga angkat besi, panjat tebing, gimnastik, menembak, hingga taekwondo.
Baca juga: Menpora mendorong transformasi penyelenggaraan SEA Games
Menurutnya, pencapaian tersebut perlu didukung melalui program berkelanjutan yang terintegrasi di tingkat regional. Ia menegaskan SEA Games harus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan atlet yang mampu mendorong prestasi hingga level global.
Pertemuan ini merupakan yang pertama kali digelar dan akan dilaksanakan secara bergilir setiap dua tahun oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Erick menyampaikan apresiasi atas komitmen para menteri yang hadir dalam mendukung inisiatif bersama tersebut.
Baca juga: AVC 2026 di Pontianak momentum dorong industri olahraga
Ia menegaskan forum ini bukan hanya milik Indonesia, melainkan menjadi langkah kolektif seluruh negara Asia Tenggara dalam memperkuat kolaborasi pemuda dan diplomasi olahraga.
Adapun pertemuan ini mengusung tema “Strengthening SEA Youth Collaboration and Sports Diplomacy for a Resilient Future” sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun masa depan kawasan yang tangguh melalui peran generasi muda.
Pewarta : Rolandus Nampu
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026