Mataram, 6/10 (ANTARA) - Kapolri, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, menggelar rapat koordinasi di Markas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, setelah menghadiri kegiatan di Denpasar, Bali.
Kapolda NTB, Brigjen Polisi Surya Iskandar, kepada wartawan di Mataram, Selasa, mengatakan, rapat koordinasi itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Kapolri ke wilayah NTB.
"Bapak Kapolri kunjungan kerja ke wilayah NTB setelah mengikuti kegiatan di Bali, tetapi hanya kunjungan kerja biasa sebelum kembali ke Jakarta," ujarnya.
Jenderal Hendarso yang pernah menjabat Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda NTB tiba di Bandara Selaparang, Selasa (6/10) sekitar pukul 14:00 WITA, menggunakan pesawat khusus milik Polri.
Dijadwalkan pukul 15:30 WITA, atau setelah pertemuan koordinasi di Markas Polda NTB, Kapolri bertolak ke Jakarta.
Menurut Kapolda NTB, kunjungan kerja Kapolri ke wilayah NTB tidak ada kaitannya dengan bentrokan fisik antarwarga di Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Sabtu (26/9) lalu, yang menewaskan sedikitnya enam orang dan belasan lainnya luka-luka.
Berbeda dengan informasi yang berkembang di berbagai kalangan di NTB yang menyebutkan kasus Ketara yang menelan korban tewas enam orang itu menyita perhatian pusat sehingga Kapolri melakukan peninjauan lapangan.
Bahkan, Kapolda NTB menegaskan bahwa kasus Ketara sudah diselesaikan di tingkat Polda NTB, tidak harus ditangani pejabat Mabes Polri.
Bentrokan berdarah antara warga Dusun Bagik Dewa dan Dusun Dayen Rurung, Desa Ketara, itu merupakan persoalan lama dan dalam penyelesaiannya telah ada kesepakatan untuk berdamai antar warga kedua dusun yang berseteru.
"Masalah itu (Ketara, Red) sudah ditangani secara baik, berbagai upaya telah ditempuh selain upaya penegakan hukum," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026