Lombok Tengah (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan pihaknya sedang fokus melakukan perbaikan jaringan pipa air bersih yang mengalami kebocoran sebagai salah satu langkah antisipasi mengoptimalkan pelayanan pada musim kemarau tahun ini.

"Kondisi ketersediaan air bersih hingga Juni 2026 ini masih aman," kata Direktur Utama PDAM Kabupaten Lombok Tengah Bambang Supraptomo di Lombok Tengah, Kamis.

Memasuki musim kemarau saat ini, kata dia, ketersediaan air bersih memang masih aman, hanya saja diprediksikan beberapa bulan ke depan baru debit air mengalami penurunan, sehingga PDAM sudah mulai merancang berbagai langkah antisipasi.

"Dengan adanya berbagai informasi terkait potensi kemarau panjang dan beberapa minggu terakhir tidak terjadi hujan lagi, maka potensi pengurangan debit air akan terjadi dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Ia mengatakan kondisi debit air per hari ini masih normal pada angka 800 liter per detik dan sangat cukup untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan yang diambilkan dari berbagai sumber mata air.

Meski ketersediaan air masih cukup, namun pihaknya mengaku saat ini terjadi sistem bergilir untuk para pelanggan, bukan disebabkan karena kekurangan debit air tapi lebih disebabkan pada kondisi sistem jaringan dan infrastruktur pendukung yang kurang memadai.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah mendorong penguatan layanan air bersih di Mandalika

“Saat ini memang ada sistem bergilir, tapi bukan karena kekurangan air namun lebih pada kondisi jaringan yang memang butuh perbaikan," katanya.

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, pihak PDAM akan melakukan evaluasi terkait dengan potensi sumber mata air, mengingat sumber mata air PDAM masih berada di alam terbuka sehingga diperlukan optimalisasi sumber mata air.

“Selain itu perlu evaluasi jaringan-jaringan, jadi pipa-pipa yang perlu diganti agar air yang terbatas ini bisa melayani masyarakat secara maksimal. Jadi ada pengaturan tekanan yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Baca juga: Kejari Dompu telaah laporan dugaan penyimpangan internal PDAM

Bambang menambahkan alternatif terakhir jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan yakni dengan menyiagakan mobil tangki. Ada sekitar lima mobil tangki yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat jika terjadi potensi terburuk yakni para pelanggan tidak bisa terlayani dengan maksimal oleh sistem perpipaan.

“Meski saat ini masih aman, tapi kami tetap harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk datangnya musim kemarau ini. Solusi terakhirnya dengan melakukan penyaluran air bersih kepada para pelanggan jika tidak bisa terlayani dengan maksimal,” katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026