Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) diperluas melalui berbagai saluran distribusi agar pasokan cepat terserap masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Rizal, dengan tambahan beras SPHP sebesar 1 juta ton, distribusi harus dilakukan secara luas agar beras cepat diterima masyarakat.
"Ya kalau sekarang (ada tambahan beras SPHP) jumlahnya 1 juta ton, ya kan harus kami sebar sebar lebar lah istilahnya. Enggak mungkin kami tembakin. Akan kami sebar semua biar cepat habis," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Rizal memastikan beras SPHP akan disalurkan melalui berbagai saluran distribusi untuk mempercepat penyerapan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan penyaluran SPHP dilakukan melalui 10 jaringan yang tersedia mulai dari pengecer di pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Bulog, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), ritel modern/swalayan, gerakan pangan murah (GPM) yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Selanjutnya gerai pangan binaan pemerintah daerah; lembaga instansi pemerintahan yang penyaluran bekerja sama dengan instansi pemerintah, termasuk sinergi bersama TNI dan Polri; Kantor Pos, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP); dan kios pangan.
Baca juga: Bapanas: Pemerintah percepat salurkan bantuan beras
"Semua kita salurkan mulai di RPK (Rumah Pangan Kita), pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok), pokoknya 10 saluran sampai ke KDMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih)," beber Rizal.
Ia menegaskan Bulog tidak akan memusatkan penyaluran pada satu jalur tertentu, melainkan menyebarkan distribusi melalui berbagai saluran yang tersedia. Strategi penyebaran tersebut dilakukan agar beras SPHP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mempercepat perputaran stok yang tersedia di Gudang Bulog.
Rizal menyampaikan seluruh saluran distribusi memiliki peran penting dalam memastikan program beras SPHP berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Lebih lanjut dia mengatakan realisasi penyaluran beras SPHP hingga saat ini telah mencapai 92 persen dari target 828 ribu ton dengan sisa sekitar 80 ribu ton. Atas hal itu, Bulog mengusulkan penambahan 400 ribu ton untuk alokasi hingga Desember 2026.
Baca juga: Mentan sebut produksi dan surplus beras terjaga
Namun, pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) antara Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyepakati penambahan 1 juta ton beras SPHP yang akan disalurkan hingga Maret 2027.
Rapat tersebut turut dihadiri pula Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dan pihak terkait lainnya di Jakarta. Rizal menambahkan saat ini pihaknya juga terus menyalurkan sisa beras SPHP kemasan lama yang masih tersedia di gudang Bulog.
Bulog terus berupaya mempercepat penyaluran kemasan lama sekaligus mempersiapkan penggunaan kemasan baru agar distribusi tetap berjalan lancar. Adapun pemerintah telah menetapkan pergantian nama dan kemasan beras SPHP menjadi Beras Kita Medium. Perubahan itu akan diresmikan pada 20 Oktober 2026 bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026