Mataram, 23/10 (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, area transit Jemaah Calon Haji (JCH) asal NTB di Bandara Juanda Surabaya cukup representatif.
"Area transit JCH NTB di Embarkasi Surabaya itu cukup representatif karena ditata sedemikian rupa sehingga memberi keleluasaan kepada JCH untuk beraktivitas selama masa menunggu Saudi Arabia Airlines," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Abdul Malik, di Mataram, Jumat.
Malik merupakan Panitia Pengarah PPIH NTB yang bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) NTB, H. Lalu Suhaimi Ismy, memimpin TIM PPIH NTB meninjau area transit JCH asal NTB di Bandara Juanda Surabaya sekaligus mengecek kesiapan embarkasi Surabaya itu, pada Kamis (22/10).
Ikut dalam rombongan peninjauan area transit JCH itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr H. Mochamad Ismail, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial (Kessos) Setda NTB H. Abdul Gani, dan Presiden Direktur PT Jasa Wisata (Jatatur) Johan Olii, selaku penyedia jasa pemberangkatan JCH NTB.
Malik mengatakan, luas area transit JCH NTB di Bandara Juanda mencapai 2.000 meter persegi sehingga memberi ruang yang cukup kepada satu kelompok terbang (kloter) JCH NTB yang mencapai 400 hingga 450 orang.
Area transit itu digelar karpet sehingga para JCH NTB cukup leluasa untuk beristirahat menunggu penerbangan ke Saudi Arabia, dengan waktu tunggu berkisar antara 4-6 enam jam.
Jika dihitung berdasarkan luas area transit itu, maka seorang JCH NTB mendapat ruang transit seluas empat meter persegi sehingga terhindar dari aksi berdesak-desakan.
"Dipastikan tidak ada pemandangan berdesak-desakan di area transit itu saat JCH NTB tengah menunggu penerbangan Saudi Arabia Airlines, bahkan bisa tidur-tiduran di karpet yang dibentang dalam area transit itu," ujarnya.
Selain itu, area transit JCH NTB di Bandara Juanda itu juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat wudu dan ruang pelayanan medis.
"Kami juga telah berkoordinasi langsung dengan GM Bandara Juanda dan mendapat penjelasan rinci tentang pelayanan JCH NTB di area transit itu. Pada intinya sudah siap menyambut kedatangan JCH NTB," ujarnya.
JCH yang akan diterbangkan menggunakan Saudi Arabia Airlines dari embarkasi Bandara Juanda terbagi dalam 11 kloter, terdiri dari 10 kloter murni (semuanya JCH NTB) dan satu kloter campuran (JCH NTB dan JCH Jawa Timur).
Data versi Kanwil Depag NTB, kuota haji NTB tahun ini sebanyak 4.494 orang termasuk 30 orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), ditambah 17 orang calon haji yang merupakan kuota tambahan sehingga totalnya sebanyak 4.511.
Namun, 10 orang batal berangkat karena meninggal dunia sehingga jumlah JCH NTB yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 4.501 orang.
Dari kuota haji itu, sebanyak 1.855 orang berasal dari Pulau Sumbawa dan selebihnya dari Pulau Lombok yang semuanya sudah melunasi biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan biaya administrasi lainya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026