Logo Header Antaranews Mataram

EMPAT PLTM DI LOMBOK RUSAK AKIBAT BANJIR

Senin, 19 Januari 2009 15:32 WIB
Image Print

Mataram, 19/1 (ANTARA)- Sedikitnya empat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lombok, Nusa Tenggara Brat (NTB) rusak akibat banjir mengakibatkan sebanyak 1.115 Kepala Keluarga (KK)tidak lagi bisa menikmati penerangan listrik.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB. Ir Heryadi Rachmat di Mataram, Senin mengatakan, empat pembangkit listrik yang rusak diterjang banjir itu adalah PLTMH Sedau I berkapasitas 30 Kilo Watt (KW) untuk melayani 133 KK yang berada di tiga dusun dan Sedau II berkapasitas 34 KW, melayani 197 KK di enam dusun.

"Bangunan di PLTMH Sedau I dan II yang berada keduanya di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.itu hanyut terbawa banjir yang tinggal hanya generatornya saja, untuk bisa dioperasikan kembali harus diongkar karena pembangkit tersebut terendam air," katanya.

Selain itu PLTMH Selenai di Dusun berkapasitas 35 KW, melayani 180 KK yang berada di tiga dusun dan PLTMH Lantan berkapasitas 130 MW untuk 600 KK di enam dusun.

Menurut Heryadi, sehubungan dengan rusaknya empat PLTMH di Lombok itu, 1.115 KK warga tidak bisa menikmati penerangan listrik sekitra lima bulan.

"Untuk memperbaiki empat PLTM yang rusak berat akibat diterjang banjir itu dibutuhkan dana sebesar Rp3,5 miliar, karena itu saya sudah bersurat ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Listrik Pengembangan Energi (LPE) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ke Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)," katanya.

Selama ini keberadaan PLTMH tersebut cukup penting bagi masyarakat terutama yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN, karena itu harus segera diperbaiki.

Ia mengatakan, sistem pengelolaan PLTM yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu telah berjalan cukup baik dan telah mampu memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat, biaya operasionalnya juga relatif murah karena tidak membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Pengelolaan PLTMH dengan sistem swakelola berjalan cukup baik dan tahun 206 berhasil merisah juara harapan II di tingkat nasional," kata Heryadi.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026