Mataram, 21/11 (ANTARA) - Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) terbanyak menjadi pekerja ladang di Malaysia, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, I Komang Subadra.
"Dari 46.093 orang yang bekerja di luar negeri selama sepuluh bulan (Januari-Oktober) 2009, tercatat 28.426 orang di antaranya sebagai pekerja ladang kelapa sawit di Malaysia," katanya di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan para pengguna jasa (user) tenaga kerja di Malaysia juga lebih senang menggunakan tenaga kerja asal NTB karena dinilai rajin dan tidak banyak tuntutan.
"Sebagian besar TKI asal NTB berlatar belakang petani, sehingga ketika bekerja di ladang kelapa sawit baik sebagai tenaga penanam, pemelihara maupun pemetik buah kelapa sawit, mereka tidak mengalami kesulitan," katanya.
Karena itu, kata Subadra, tidak mengherankan kalau pengusaha perkebunan kelapa sawit di Malaysia banyak yang menggunakan tenaga kerja dari NTB.
Selain di ladang kelapa sawit TKI asal NTB juga banyak bekerja sebagai penatalaksana rumah tangga (PLRT) atau pembantu rumah tangga terutama di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainya, yakni mencapai 17.011 orang.
"Para TKW dan TKI pria banyak yang berminat bekerja di Arab Saudi, selain untuk mencari uang, mereka juga berharap bisa menunaikan ibadah haji, selama ini banyak tenaga kerja asal NTB yang menunaikan ibadah haji," ujarnya.
Menurut dia selain menjadi PLRT, TKI asal NTB juga banyak yang bekerja sebagai sopir di Arab Saudi dan tidak jarang pasangan suami istri bekerja pada satu majikan.
Selama sepuluh bulan tahun 2009 jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 46.096 orang, terbanyak bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia Barat yang mencapai 28.669 orang.
TKI yang bekerja di Arab Saudi tercatat 16.564 orang, Uni Emirat Arab 262 orang, Oman 215 orang, Malaysia Timur 205 orang, Kuwait 57 orang, Yordania 38 orang, Qatar 32 orang, Hong Kong 28 orang, Singapura 22 orang dan Brunei Darussalam satu orang. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026