Mataram, (ANTARA) - Pimpinan Partai Golkar hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (NTB) memprogramkan konsolidasi menyeluruh usai pelantikan pengurus periode 2009-2014.
"Konsolidasi menyeluruh itu direncanakan mulai pekan depan atau setelah kami dilantik," kata Ketua DPD I Partai Golkar terpilih Dr Zaini Arony kepada wartawan di Mataram (7/12).
Zaini Arony yang masih menjabat Bupati Lombok Barat terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTB dalam Musda VIII Partai Golkar NTB, Minggu (6/12).
Zaini meraih 10 suara dari total 14 suara, dan mengungguli dua kandidat lainnya, yakni H. Ferry Z. ST (Bupati Bima) yang hanya mengantongi dua suara dan Drs. Ahmad Tamin (pengurus Kosgoro) tidak meraih satu suara pun. Dua suara lainnya tidak memilih (abstain).
Dalam Musda Partai Golkar itu hanya ada 14 suara untuk memilih ketua formatur yang nantinya dikukuhkan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTB.
Ke-14 suara itu bersumber dari masing-masing satu suara pengurus DPD II Partai Golkar di 10 kabupaten/kota, elemen pendiri Partai Golkar, yakni Tri Karya (Soksi, Kosgoro dan MKGR) satu suara.
Elemen yang didirikan Partai Golkar, yakni Hasta Karya (antara lain Laskar Ulama, Ampi, Al-Hidayah) juga memiliki satu suara.
Organisasi sayap seperti AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) dan KPPG (Kelompok Perempuan Partai Golkar) juga memiliki satu suara, dan pengurus DPP Partai Golkar juga memiliki satu suara.
Mantan birokrat di Departemen Pendidikan Nasional itu diperbolehkan bertarung dalam bursa Ketua DPD I Partai Golkar NTB setelah lolos verifikasi bakal calon yang dilakukan panitia musda Partai Golkar.
Zaini bukan pengurus DPD I Partai Golkar NTB maupun DPD II partai golkar di kabupaten/kota Se-NTB, juga bukan pengurus organisasi sayap atau pun organisasi pendiri dan didirikan Golkar.
Ia hanya mengantongi rekomendasi dewan pengurus pusat (DPP) yang menegaskan bahwa dia pernah menjadi bagian dari kepengurusan MKGR DKI Jakarta.
Zaini menjadi Bupati Lombok Barat yang pada pemilihan Oktober 2008 diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Zaini juga sempat menjadi calon Gubernur NTB pada pemilihan Juli 2008 yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan koalisi partai lainnya, namun gagal meraih suara terbanyak.
Zaini mengatakan pengurus DPD I Partai Golkar NTB dijadwalkan dilantik pengurus DPP Partai Golkar paling lambat pertengahan Desember mendatang.
"Setelah kami dilantik, program kerja pertama adalah konsolidasi kepengurusan secara menyeluruh, termasuk di tingkat kabupaten/kota yang juga akan menggelar musda di bulan Desember ini," katanya.
Menurut dia selain konsolidasi internal pihaknya juga akan menggelar konsolidasi eksternal terkait pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten/kota di wilayah NTB.
Tujuh daerah otonom di Provinsi NTB yang akan menggelar pilkada secara langsung itu adalah Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sumbawa, Kabupaten Bima, Kota Mataram dan daerah otonom baru Kabupaten Lombok Utara (KLU).
"Apa yang menjadi keinginan rakyat banyak perlu dikonsolidasikan. Golkar perlu menempatkan hati rakyat di tempat yang tepat agar makin dicintai rakyat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026