Mataram, 10/12 (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih memiliki sebanyak 3.257 guru yang mengajar di daerah terpencil sehingga perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah terutama dari segi kesejahteraan.

   Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB Muhammad Irfan, di Mataram, Kamis, mengatakan ribuan guru yang mengajar di daerah terpencil tersebut tersebar di delapan kabupaten di NTB, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima.

   "Sebanyak 3.257 guru yang mengajar di daerah terpencil di delapan kabupaten itu perlu mendapat perhatian istimewa dari pemerintah, mulai dari tunjangan insentif hingga kenaikan pangkat lebih cepat dari normal," ujarnya.

   Ia mengatakan para guru yang difungsikan untuk mengajar di daerah terpencil berdasarkan surat keputusan bupati daerah setempat, sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten tentang rencana memberikan perlakuan khusus kepada mereka.

   Menurut dia perhatian khusus untuk guru yang mengajar di daerah terpencil perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan khususnya di pelosok, karena masalah dunia pendidikan selama ini adalah tidak meratanya mutu pendidikan antara perkotaan dan pedesaan akibat kurangnya perhatian terhadap tenaga didik di daerah terpencil.

   "Penugasan guru di kabupaten/kota di NTB tidak merata. Guru terutama yang baru diangkat seharusnya ditempatkan di daerah terpencil, namun justru sebaliknya ditugaskan di sekolah perkotaan, akibatnya sekolah yang ada di daerah terpencil kekurangan guru," ujarnya.

   Ia mengatakan pihaknya telah memperoleh informasi dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tentang adanya program memberikan perlakuan khusus kepada para guru yang mengajar di daerah terpencil sebagai upaya memotivasi para guru untuk mau mengabdikan dirinya di wilayah terpencil.

   Kebijakan tersebut merupakan salah satu dari beberapa program 100 hari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh.  

   "Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan banyak guru terutama di wilayah perkotaan bersedia bertugas di daerah terpencil sehingga program pemerataan pendidikan di berbagai wilayah bisa diwujudkan," katanya.

   Irfan menambahkan selain memberikan intensif hingga kenaikan pangkat bagi guru di daerah terpencil, Depdiknas juga akan membekali para guru tersebut dengan pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi yang juga merupakan salah satu program Depdiknas melalui jaringan sistem pendidikan nasional dengan memanfaatkan teknologi internet.

   "Harapan menteri yang juga seorang pakar tekhnologi informasi, ke depannya para pendidik harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang teknologi informasi, sehingga kualitas pendidikan menjadi lebih baik," katanya. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026