Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal, di Mataram, Selasa, mengatakan contoh komoditas pijar itu akan dipajang di stan Pemprov NTB pada Agrinex 2010.
"Kami juga akan mengekspose potensi komoditas pijar beserta produktivitasnya dan daya dukung lahan di wilayah NTB serta peran sektor usaha," ujarnya.
Menurut Faozal tujuh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov NTB akan terlibat langsung dalam ekspose komoditas pijar di Jakarta.
Ketujuh SKPD itu adalah Dinas Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Penanaman Modal (BPM) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
"Target kami adalah terjadi transaksi bisnis antara pengunjung Agrinex 2010 dan pelaku usaha NTB dalam ekspose komoditas pijar yang menjadi unggulan NTB itu," ujarnya.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provisni NTB menyebutkan populasi sapi pada 2008 sebanyak 546.114 ekor dengan jumlah induk sebanyak 37,36 persen dari populasi tersebut.
Angka kelahiran mencapai 66,7 persen dari jumlah induk sapi, dan angka kematian anak sapi 20 persen dari jumlah ternak sapi yang lahir.
Jumlah "pedet" (anak sapi) saat ini sebanyak 101.239 ekor, jumlah pemotongan betina produktif dan pemotongan tidak tercatat sebesar 20 persen dari pemotongan tercatat.
Jumlah pemotongan dalam daerah sebanyak 41.575 ekor dan jumlah sapi bibit dan sapi potong yang dikeluarkan dari wilayah NTB tercatat sebanyak 28.500 ekor.
Sementara data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB menyebutkan produksi jagung selama 2009 mencapai 305.551 ton pipilan kering, meningkat cukup signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.
Produksi jagung NTB pada 2006 sebanyak 103.963 ton pipilan kering, meningkat menjadi 120.612 ton pipilan kering di tahun 2007, dan meningkat lagi menjadi 96.263 ton pipilan kering pada 2008, dan tahun 2009 mencapai 305.551 ton pipilan kering, terkait peningkatan luas panen dan produktivitas jagung.
NTB sudah memproduksi 305.551 ton pipilan kering dari luas panen 88.579 hektare dengan tingkat produktivitas 36,52 kuintal/hektare.
Sedangkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Provinsi NTB menyebutkan daerah ini mampu menghasilkan 100 ribu ton rumput laut kering sejak Januari hingga November 2009 atau hanya dalam jangka waktu 11 bulan.
Produktivitas itu masih bisa ditingkatkan lagi karena potensinya dapat mencapai 23 ribu hektare yang menyebar di berbagai kabupaten, yang sampai saaat ini baru 6.700 hektare yang dimanfaatkan.
Produksi rumput laut NTB terus meningkat dari 32 ribu ton lebih pada 2006 menjadi 36 ribu ton lebih tahun 2007 dan hampir 70 ribu ton tahun 2008 dan 100 ribu ton di tahun 2009.
Pemerintah Provinsi NTB pun sudah mencanangkan gerakan masyarakat pesisir berbasis rumput laut dengan target pada 2013 sebanyak 546.626,4o ton rumput laut kering dengan kualitas ekspor.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026