"Ketiga negara tersebut tertarik dengan produk-produk potensial yang dimiliki daerah ini," kata Ruth Yoanna Samaria, Kasubbag Kerjasama Sekretariat Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan (Kemdag) di sela kegiatan sosialisasi program dan informasi ITPC, di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, ITPC adalah unit kerja Kemdag yang berkantor di luar negeri. Saat ini ada dua puluh ITPC di Dunia.
Tugas utama ITPC adalah melakukan promosi ekspor, memfasilitasi pertemuan bisnis, studi pasar, menyelenggarakan pameran dagang tetap di ITPC dan membantu para pengusaha Indonesia yang mengikuti pameran dagang internasional.
"Selain itu memberikan pelayanan informasi dagang termasuk pelayanan 'inquiry', mengorganisir misi dagang ke Indonesia, melakukan kunjungan rutin ke perusahaan atau pasar dan 'market intelligence' serta tugas-tugas lainnya," katanya.
Samaria mengatakan, kedatangan perwakilan ITPC dari Jepang untuk menjajaki komoditas mutiara, kemudian perwakilan ITPC dari Italia tertarik dengan kerajinan "Handycraft" seperti gerabah dan perwakilan ITPC dari Cile tertarik pada kerajinan kayu sejenis cukli.
"Mereka sebelumnya kita berikan informasi tentang produk-produk unggulan NTB yang sesuai dengan pasar yang ada di negara mereka, tetapi mereka belum yakin kalau tidak mengunjungi daerah ini dulu," ujarnya.
Dia berharap dengan kehadiran perwakilan ITPC dari luar negeri langsung ke daerah dapat lebih merangsang para pengusaha lokal untuk meningkatkan kerjasama dengan negara luar.
Selain itu, permintaan produk dari luar negeri dapat langsung direspon pengusaha, sehingga tidak menyebabkan penundaan untuk pengirimannya.
Sekretaris BPEN, Chrismawan Triwahyu Ardhianto, menambahkan, mayoritas pengusaha di daerah sangat membutuhkan informasi seputar akses pasar ekspor di luar negeri. Mereka selama ini kurang bisa membaca peluang-peluang pasar padahal produk yang dimiliki layak di pasarkan di luar negeri.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait siap "memback-up" setiap daerah yang memiliki produk yang potensial. Salah satunya dengan mendatangkan perwakilan ITPC ke seluruh provinsi.
"Di masing-masing daerah ITPC yang datang berbeda karena disesuaikan dengan kondisi pasar di negara mereka," jelasnya.
Selain di NTB, kata Ardhianto, BPEN pada Maret ini juga mendatangkan perwakilan ITPC di luar negeri ke beberapa kota besar seperti Medan, Jogjakarta, dan Surabaya.
Menurut dia, ITPC ibarat salesman negara yang dapat menghubungkan pembeli dengan pengusaha nasional, sedangkan di daerah para pengusaha lokal dapat memanfaatkan keberadaan Balai Pendidikan, Pengembangan dan Promosi Ekspor Daerah (BP3ED).
"Melalui 'networking' yang bagus dengan 'buyer' atau pembeli dari luar negeri dan ITPC, BPEN selaku fasilitator akan mengarahkan mereka untuk langsung menunjuk daerah yang memiliki produk yang diinginkan," ujarnya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026