Polresta Mataram menyita 90 kendaraan balap liar
Rabu, 23 Desember 2020 17:50 WIB
Personel kepolisian berdiri di sekitar puluhan kendaraan roda dua yang terlibat dalam aksi balap liar di Mapolresta Mataram, NTB, Rabu (23/12/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)
Mataram (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyita sebanyak 90 kendaraan roda dua yang terlibat dalam aksi balap liar di Jalan Tohpati.
Kasat Lantas Polresta Mataram AKP Imam Maladi dalam konferensi pers di Mataram, Rabu, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penegakan hukum pada Operasi Lilin Rinjani 2020 yang kini sedang berlangsung.
"Jadi giat ini untuk meminimalisir gangguan keamanan. Karena jelas kegiatan seperti ini (balap liar) meresahkan masyarakat dan dapat mengancam keselamatan jiwa," kata Imam.
Selain menjaga kamtibmas, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah kerumunan massa di tengah pandemik COVID-19 yang masih menjadi ancaman masyarakat.
"Karena memang kerumunan itu rentan menjadi lokasi penyebaran COVID-19," ujarnya.
Untuk tindak lanjut dari penyitaan puluhan kendaraan dalam aksi balap liar di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, pada Selasa (22/12) sore, pihaknya dikatakan masih melakukan pemeriksaan.
Hasil sementara, kata dia, tidak ada yang punya dokumen berkendara maupun surat-surat sah kepemilikan. Namun demikian, pengemudi tidak ada yang diamankan, melainkan hanya diberikan surat tilang.
"Ada dugaan kendaraan ini tidak bertuan atau hasil curian. Tapi untuk pastikan itu, kami akan cek mesin dan rangka apakah ada yang terlibat kendaraan curian atau tindak pidana lainnya," kata Imam.
Kasat Lantas Polresta Mataram AKP Imam Maladi dalam konferensi pers di Mataram, Rabu, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penegakan hukum pada Operasi Lilin Rinjani 2020 yang kini sedang berlangsung.
"Jadi giat ini untuk meminimalisir gangguan keamanan. Karena jelas kegiatan seperti ini (balap liar) meresahkan masyarakat dan dapat mengancam keselamatan jiwa," kata Imam.
Selain menjaga kamtibmas, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah kerumunan massa di tengah pandemik COVID-19 yang masih menjadi ancaman masyarakat.
"Karena memang kerumunan itu rentan menjadi lokasi penyebaran COVID-19," ujarnya.
Untuk tindak lanjut dari penyitaan puluhan kendaraan dalam aksi balap liar di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, pada Selasa (22/12) sore, pihaknya dikatakan masih melakukan pemeriksaan.
Hasil sementara, kata dia, tidak ada yang punya dokumen berkendara maupun surat-surat sah kepemilikan. Namun demikian, pengemudi tidak ada yang diamankan, melainkan hanya diberikan surat tilang.
"Ada dugaan kendaraan ini tidak bertuan atau hasil curian. Tapi untuk pastikan itu, kami akan cek mesin dan rangka apakah ada yang terlibat kendaraan curian atau tindak pidana lainnya," kata Imam.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Balapan sepeda liar di Montong Gading Lotim bikin heboh, puluhan pelajar diamankan
05 February 2026 12:13 WIB
Terpopuler: Korupsi LCC, tambang liar di Mandalika, hingga pemicu blokade jalan lintas Bima-Sumbawa
11 December 2025 5:15 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024