Kapolda NTB merasa kembali muda setelah disuntik vaksin COVID-19
Kamis, 14 Januari 2021 15:02 WIB
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal ketika menjalani suntik vaksin COVID-19 di Kantor Gubernur NTB, Kamis (14/1/2021). (ANTARA/HO-Humas Polda NTB)
Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal merasa seperti kembali muda setelah menjalani suntik vaksin COVID-19.
"Saya merasa sehat, segar, merasa kembali muda seperti waktu umur 25 tahun," kata Irjen Iqbal usai menjalani suntik vaksin COVID-19 bersama pejabat forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga dari perwakilan organisasi profesi di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis.
Karenanya, Iqbal mengimbau kepada masyarakat yang nantinya akan mendapat giliran suntik vaksin COVID-19 agar tidak perlu khawatir dengan dampak kesehatannya.
Bahkan dengan ikut melaksanakan vaksin, kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini, masyarakat sudah membantu pemerintah menjadi penyelamat negara dari ancaman penularan COVID-19.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, contohnya saya dan Pak Danrem 162/Wira Bhakti, kami sudah, dan sehat, segar, Alhamdulillah," ujarnya.
Penyuntikan vaksin COVID-19 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB itu sebagai upaya pemerintah dalam meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi tersebut berjalan aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah beserta istri dan anaknya turut serta melakukan suntik vaksin COVID-19. Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah bersama suami juga turut serta.
Nampak pula mantan Gubernur NTB dua periode TGH Muhammad Zainul Majdi sebagai tokoh agama dan masyarakat juga hadir dan melakukan vaksinasi bersama para pejabat Forkopimda NTB.
Vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada para pejabat daerah ini berasal dari 28.760 botol dosis yang dikirim pemerintah pusat ke NTB untuk tahap pertama.
Untuk tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (13/1) menjadi wilayah yang pertama mendapat penyaluran vaksin COVID-19.
Untuk Kota Mataram, mendapat jatah kuota sebanyak 7.000 vaksin COVID-19. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat sebanyak 4.080 vaksin COVID-19.
"Saya merasa sehat, segar, merasa kembali muda seperti waktu umur 25 tahun," kata Irjen Iqbal usai menjalani suntik vaksin COVID-19 bersama pejabat forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga dari perwakilan organisasi profesi di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis.
Karenanya, Iqbal mengimbau kepada masyarakat yang nantinya akan mendapat giliran suntik vaksin COVID-19 agar tidak perlu khawatir dengan dampak kesehatannya.
Bahkan dengan ikut melaksanakan vaksin, kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini, masyarakat sudah membantu pemerintah menjadi penyelamat negara dari ancaman penularan COVID-19.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, contohnya saya dan Pak Danrem 162/Wira Bhakti, kami sudah, dan sehat, segar, Alhamdulillah," ujarnya.
Penyuntikan vaksin COVID-19 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB itu sebagai upaya pemerintah dalam meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi tersebut berjalan aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah beserta istri dan anaknya turut serta melakukan suntik vaksin COVID-19. Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah bersama suami juga turut serta.
Nampak pula mantan Gubernur NTB dua periode TGH Muhammad Zainul Majdi sebagai tokoh agama dan masyarakat juga hadir dan melakukan vaksinasi bersama para pejabat Forkopimda NTB.
Vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada para pejabat daerah ini berasal dari 28.760 botol dosis yang dikirim pemerintah pusat ke NTB untuk tahap pertama.
Untuk tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (13/1) menjadi wilayah yang pertama mendapat penyaluran vaksin COVID-19.
Untuk Kota Mataram, mendapat jatah kuota sebanyak 7.000 vaksin COVID-19. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat sebanyak 4.080 vaksin COVID-19.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia memperkuat riset upayakan vaksin novel TBC tersedia pada 2028-2029
18 December 2025 15:17 WIB
Kemenkes uji coba vaksin HPV anak laki-laki di provinsi dengan cakupan baik
06 December 2025 4:36 WIB
Kota Bima jadi tuan rumah Sosialisasi Imunisasi Heksavalen tingkat Provinsi NTB
28 November 2025 6:25 WIB