Gara-gara BST dipinjam perangkat desa, Kantor Desa Menceh Lotim didemo
Selasa, 20 April 2021 20:11 WIB
Puluhan warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BST) Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (20/4), melakukan aksi demo ke kantor desa yang menuntut agar uang BST segera dicairkan.
Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Puluhan warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (20/4), melakukan aksi demo ke kantor desa yang menuntut agar uang BST segera dicairkan.
Informasi yang dihimpun, aksi demo warga ini, terpicu adanya isu kalau dana BST tersebut sudah cair, belum di bagikan lantaran dana BST tersebut dipinjam oleh oknum perangkat desa untuk kepentingan pribadi.
Terhadap permasalahan ini, oknum perangkat desa menyatakan siap mengganti dan langsung membuat pernyataan pengunduran diri.
Kepala Desa Menceh, M Idrus saat dikonfirmasi membenarkan aksi demo yang dilakukan warganya, mempertanyakan terkait dana BST belum dibagikan tersebut.
"Memang betul ada warga yang datang ke kantor desa menanyakan bantuan BST yang belum dicairkan," ucapnya.
Idrus menjelaskan setelah dikroscek kepada perangkat desa yang menangani, yaitu kaur perencanaan, ternyata dana bantuan yang seharusnya sudah dibagikan ternyata belum dibagikan.
Ternyata uang BST tersebut, hasil koordinasi dengan kaur yang bersangkutan. Uang BST itu telah di gunakan sama yang bersangkutan, tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala desa.
"Jumlah warga yang menerima BST tersebut sebanyak 11 KK," ucapnya
Menurut Idrus, terhadap uang yang telah digunakan tersebut, oknum kaur siap mengembalikan dengan membuat surat pernyataan termasuk yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri menjadi kaur.
Harapan kasusnya tidak berproses hukum.
"Pengakuan oknum perangkat desa kalau uang tersebut dipinjam dan siap untuk diganti," ujar Kades Menceh.
Lebih lanjut, Idrus menambahkan pihaknya juga sangat menyayangkan sekali dana BST itu tidak langsung dibagikan kepada masyarakat. Namun justru malah dipinjam untuk digunakan oleh oknum perangkat desa tersebut sehingga inilah yang membuat dirinya tidak habis pikir.
Sementara pada saat pencairan itu ada sekdes dengan kasi Kesra bersama oknum tersebut, karena yang memiliki tugas atau bidang yakni kasi Kesra, tapi kenapa uang bantuan itu sampai dipegang oknum itu pada bukan bidangnya.
"Yang perlu kami syukuri yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk mengganti dana BST yang dipinjam tersebut," tandasnya.
Informasi yang dihimpun, aksi demo warga ini, terpicu adanya isu kalau dana BST tersebut sudah cair, belum di bagikan lantaran dana BST tersebut dipinjam oleh oknum perangkat desa untuk kepentingan pribadi.
Terhadap permasalahan ini, oknum perangkat desa menyatakan siap mengganti dan langsung membuat pernyataan pengunduran diri.
Kepala Desa Menceh, M Idrus saat dikonfirmasi membenarkan aksi demo yang dilakukan warganya, mempertanyakan terkait dana BST belum dibagikan tersebut.
"Memang betul ada warga yang datang ke kantor desa menanyakan bantuan BST yang belum dicairkan," ucapnya.
Idrus menjelaskan setelah dikroscek kepada perangkat desa yang menangani, yaitu kaur perencanaan, ternyata dana bantuan yang seharusnya sudah dibagikan ternyata belum dibagikan.
Ternyata uang BST tersebut, hasil koordinasi dengan kaur yang bersangkutan. Uang BST itu telah di gunakan sama yang bersangkutan, tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala desa.
"Jumlah warga yang menerima BST tersebut sebanyak 11 KK," ucapnya
Menurut Idrus, terhadap uang yang telah digunakan tersebut, oknum kaur siap mengembalikan dengan membuat surat pernyataan termasuk yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri menjadi kaur.
Harapan kasusnya tidak berproses hukum.
"Pengakuan oknum perangkat desa kalau uang tersebut dipinjam dan siap untuk diganti," ujar Kades Menceh.
Lebih lanjut, Idrus menambahkan pihaknya juga sangat menyayangkan sekali dana BST itu tidak langsung dibagikan kepada masyarakat. Namun justru malah dipinjam untuk digunakan oleh oknum perangkat desa tersebut sehingga inilah yang membuat dirinya tidak habis pikir.
Sementara pada saat pencairan itu ada sekdes dengan kasi Kesra bersama oknum tersebut, karena yang memiliki tugas atau bidang yakni kasi Kesra, tapi kenapa uang bantuan itu sampai dipegang oknum itu pada bukan bidangnya.
"Yang perlu kami syukuri yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk mengganti dana BST yang dipinjam tersebut," tandasnya.
Pewarta : Dimyati
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pos Indonesia optimistis penyaluran BST dan BST dana desa tahap 8 capai target
06 November 2020 16:58 WIB, 2020
Kepergok pungli Rp100 ribu dari warga penerima BST, oknum kepala dusun di Lotim dibekuk polisi
10 June 2020 23:07 WIB, 2020
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023