Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep intervensi atau penanganan kemiskinan, melalui sejumlah program terpadu yang ada di setiap organisasi perangkat daerah di kota itu.

"Angka kemiskinan kita paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB karena berada di bawah 10 persen dan berbagai intervensi terpadu sudah kami siapkan," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan wali kota yang didampingi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) Tahun 2023 tingkat Kota Mataram di sebuah hotel di Mataram.

Dikatakan wali kota, intervensi terpadu yang telah disiapkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) itu, antara lain melalui program bantuan sosial dan pelatihan-pelatihan kerja agar mereka mampu membuka peluang usaha sendiri hingga mandiri dan keluar dari garis kemiskinan.

"Sedangkan untuk masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, harus dibantu melalui jaring sosial, sehingga dibantu rutin dalam bentuk stimulan," katanya.

Di sisi lain, lanjut wali kota, penataan infrastruktur jalan yang berdampak membuka akses dan mendekatkan pelaku usaha dengan sentra industri juga menjadi upaya mengurangi angka kemiskinan.

"Dengan adanya akses jalan atau jalan yang baik, dapat meningkatkan produksi, transaksi dan akhirnya berdampak pada kesejahteraan warga sekitar," katanya.

Sementara Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, dalam upaya intervensi kemiskinan yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah warga yang berada pada kemiskinan absolut atau ekstrem.

Kemiskinan absolut ini, kata dia, intervensinya harus lebih kompleks dan dipastikan bisa melanjutkan kehidupannya, sehingga semua yang berkaitan dengan beban-beban mereka dibantu pemerintah.

Misalnya, menurut Martawang, dalam konteks pendidikan dan kesehatan keluarga serta keberlanjutan kehidupan mereka menjadi sasaran program jaring sosial.

"Dengan dengan intervensi yang menyeluruh itu, ketika mereka mendapatkan penghasilan dari produksi yang dihasilkan bisa menaikkan kapasitasnya, sehingga secara bertahap bisa keluar dari kemiskinan absolut," katanya menambahkan.