Disnaker Mataram menggelar sosialisasi cegah PMI ilegal

id pmi,matraam,sosialisasi

Disnaker Mataram menggelar sosialisasi cegah PMI ilegal

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Rudi Suryawan (depan tengah) saat memberikan pengarahan dalam kegiatan sosialisasi peluang kerja luar negeri kepada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/12-2022). (Foto: ANTARA/HO Disnaker)

Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri guna mencegah calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berangkat secara ilegal atau nonprosedural.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Rabu, mengatakan, peserta kegiatan sosialisasi itu melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan CPMI asal Kota Mataram.

"Peserta yang ikut dari P3MI dan CPMI sekitar 50 orang," katanya.

Menurutnya, kendati potensi pemberangkatan CPMI asal Kota Mataram secara nonprosedural atau ilegal sangat minim, namun berbagai langkah antisipasi perlu dilakukan sedini mungkin.

"Alhamdulillah, sejauh ini di Mataram rata-rata CPMI sudah berangkat melalui jalur resmi atau legal. Tapi kita sering kecolongan ketika mereka berangkat dari daerah atau provinsi lain," katanya.

Lebih jauh Rudi mengatakan, untuk mencegah pemberangkatan CPMI ilegal, juga telah dilakukan penguatan dan pembinaan terhadap camat, lurah, dan kepala lingkungan.

"Ketika akan meminta rekomendasi sebagai CPMI, mereka terlebih dahulu diberikan informasi termasuk biaya gratis untuk negara tujuan Malaysia dan dipastikan berangkat melalui jalur resmi," katanya.

Di sisi lain, lanjut Rudi, dalam kegiatan sosialisasi itu disampaikan juga program pemerintah yang hari ini mencanangkan lima bandara internasional di Indonesia untuk menyiapkan jalur khusus pemberangkatan dan kepulangan PMI.

Lima bandara internasional yang menyiapkan "karpet merah' bagi PMI tersebut selain Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, juga di Bandara Medan, Semarang, Surabaya, dan Bali.

"Ini menjadi salah satu perhatian pemerintah terhadap para pahlawan devisa yang ada di daerah ini," katanya.

Lebih jauh Rudi menyebutkan, jumlah PMI Kota Mataram sejak Januari sampai 14 Desember 2022 tercatat sebanyak 647 orang. Namun yang sudah berangkat sebanyak 247 orang dengan negara tujuan rata-rata Malaysia.

"Sisanya masih menunggu jadwal pemberangkatan dan proses administrasi," katanya sambil menambahkan di Mataram terdapat 39 perusahaan yakni 11 kantor pusat dan 28 kantor cabang.
.