Polisi nyatakan unjuk rasa di DPRD NTB berjalan aman dan terkendali
Senin, 11 April 2022 16:48 WIB
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD NTB, Mataram, Senin (11/4/2022). (ANTARA/Dok. Pribadi)
Mataram (ANTARA) - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Polisi Artanto menyatakan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di Gedung DPRD NTB, Kota Mataram, berjalan dengan aman dan terkendali.
"Dari pantauan lapangan, situasi dilaporkan aman terkendali. Pendemo sudah patuh dengan tata cara unjuk rasa, apalagi di tengah situasi kita yang masih pandemi COVID-19 ini," kata Artanto di Mataram, Senin.
Bahkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa, sudah sesuai dengan harapan. Aspirasi mereka dikatakan Artanto tersampaikan dalam dialog terbuka dengan pihak legislatif.
"Jadi aksi mereka diterima oleh pihak DPRD, dan disambut oleh ketua, ada dialog dengan mahasiswa jadi aspirasi mereka tersampaikan," ujarnya.
Aksi unjuk rasa mahasiswa ini digelar secara serentak skala nasional. Untuk aksi di Mataram, mahasiswa turut menyampaikan aspirasi serupa terkait isu terkini yang menjadi bahan perbincangan hangat seantero nusantara.
Mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kemudian gejolak minyak goreng di tengah masyarakat, hingga adanya perubahan aturan perihal jabatan tiga periode untuk Presiden RI.
Dalam giat tersebut, Artanto mengatakan ada sekitar 800 personel gabungan TNI dan Polri melaksanakan tugas pengawalan. kepolisian dibantu TNI melakukan pengamanan dalam skala prioritas keamanan.
Namun demikian, karena aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib, pihak kepolisian hanya melakukan giat pengamanan skala kecil dengan menerjunkan personel dari Polresta Mataram.
"Jadi, kami berterima kasih kepada mahasiswa yang melakukan unjuk rasa hari ini dengan tertib," ucap dia.
"Dari pantauan lapangan, situasi dilaporkan aman terkendali. Pendemo sudah patuh dengan tata cara unjuk rasa, apalagi di tengah situasi kita yang masih pandemi COVID-19 ini," kata Artanto di Mataram, Senin.
Bahkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa, sudah sesuai dengan harapan. Aspirasi mereka dikatakan Artanto tersampaikan dalam dialog terbuka dengan pihak legislatif.
"Jadi aksi mereka diterima oleh pihak DPRD, dan disambut oleh ketua, ada dialog dengan mahasiswa jadi aspirasi mereka tersampaikan," ujarnya.
Aksi unjuk rasa mahasiswa ini digelar secara serentak skala nasional. Untuk aksi di Mataram, mahasiswa turut menyampaikan aspirasi serupa terkait isu terkini yang menjadi bahan perbincangan hangat seantero nusantara.
Mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kemudian gejolak minyak goreng di tengah masyarakat, hingga adanya perubahan aturan perihal jabatan tiga periode untuk Presiden RI.
Dalam giat tersebut, Artanto mengatakan ada sekitar 800 personel gabungan TNI dan Polri melaksanakan tugas pengawalan. kepolisian dibantu TNI melakukan pengamanan dalam skala prioritas keamanan.
Namun demikian, karena aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib, pihak kepolisian hanya melakukan giat pengamanan skala kecil dengan menerjunkan personel dari Polresta Mataram.
"Jadi, kami berterima kasih kepada mahasiswa yang melakukan unjuk rasa hari ini dengan tertib," ucap dia.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024