Lombok Barat termasuk kawasan strategis pariwisata nasional
Senin, 1 Juli 2013 16:51 WIB
Promosi Konvensi, Insentif, Event, dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Rizki Handayani, menyampaikan sambutan pada pembukaan Festival Senggigi 2013, di Senggigi, Senin (1/7). (Foto:antaramataram/Anwar) (Festival
Lombok Barat, NTB (Antara Mataram) - Direktur Promosi Konvensi, Insentif, Event, dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Rizki Handayani mengatakan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk bagian dari 16 kawasan strategis nasional.
"Kemparekraf tengah fokus mengembangkan 16 kawasan strategis pariwisata nasional, dan Lombok Barat salah satunya," kata Rizki, pada pembukaan Festival Senggigi 2013 di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 13 kilometer arah utara Kota Mataram, Senin sore.
Pembukaan Festival Senggigi 2013 itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Muhammad Nur, dan Bupati Lombok Barat Zaini Arony, serta pejabat terkait lainnya.
Para wisatawan mancanegara yang tengah berwisata di Pulau Lombok juga menghadiri acara tersebut, yang digelar di badan jalan kawasan Senggigi itu.
Festival Senggigi yang berlangsung 1-4 Juli 2013 itu, juga dimeriahkan oleh peserta dari 10 daerah di luar Provinsi NTB.
Peserta dari 10 daerah diluar NTB itu yakni berasal dari Kabupaten Labuhan Batu (Provinsi Sumatera Utara), Kabupaten Batu Bara (Sumatera Utara), Kota Magelang (Jawa Tengah), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kalimantan Selatan), Kabupaten Sleman (Yogyakarta), Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat).
Selanjutnya, peserta dari Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan), dan peserta dari Kota Pariwisata Jakarta Selatan (Jakarta), serta peserta dari Provinsi Lampung.
Rizki mengatakan, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengembangkan berbagai objek wisata andalan agar kelak menjadi kawasan pariwisata berkelas dunia.
"Festival Senggigi ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional di Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.
Menurut dia, Kemparekraf akan selalu mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan pariwisata andalannya masing-masing, terutama akses promosi dan pelaksanaan kegiatan sebagai sarana promosi.
Upaya tersebut hendaknya dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah, disertai berbagai langkah terobosan dalam upaya pengembangan kawasan pariwisata strategis.
"Diharapkan kegiatan seperti ini terus digalakkan karena sangat bermanfaat dalam mempromosikan potensi kawasan pariwisata strategis," ujarnya. (*)
"Kemparekraf tengah fokus mengembangkan 16 kawasan strategis pariwisata nasional, dan Lombok Barat salah satunya," kata Rizki, pada pembukaan Festival Senggigi 2013 di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 13 kilometer arah utara Kota Mataram, Senin sore.
Pembukaan Festival Senggigi 2013 itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Muhammad Nur, dan Bupati Lombok Barat Zaini Arony, serta pejabat terkait lainnya.
Para wisatawan mancanegara yang tengah berwisata di Pulau Lombok juga menghadiri acara tersebut, yang digelar di badan jalan kawasan Senggigi itu.
Festival Senggigi yang berlangsung 1-4 Juli 2013 itu, juga dimeriahkan oleh peserta dari 10 daerah di luar Provinsi NTB.
Peserta dari 10 daerah diluar NTB itu yakni berasal dari Kabupaten Labuhan Batu (Provinsi Sumatera Utara), Kabupaten Batu Bara (Sumatera Utara), Kota Magelang (Jawa Tengah), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kalimantan Selatan), Kabupaten Sleman (Yogyakarta), Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat).
Selanjutnya, peserta dari Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan), dan peserta dari Kota Pariwisata Jakarta Selatan (Jakarta), serta peserta dari Provinsi Lampung.
Rizki mengatakan, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengembangkan berbagai objek wisata andalan agar kelak menjadi kawasan pariwisata berkelas dunia.
"Festival Senggigi ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional di Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.
Menurut dia, Kemparekraf akan selalu mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan pariwisata andalannya masing-masing, terutama akses promosi dan pelaksanaan kegiatan sebagai sarana promosi.
Upaya tersebut hendaknya dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah, disertai berbagai langkah terobosan dalam upaya pengembangan kawasan pariwisata strategis.
"Diharapkan kegiatan seperti ini terus digalakkan karena sangat bermanfaat dalam mempromosikan potensi kawasan pariwisata strategis," ujarnya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengusaha transportasi NTB tolak perusahaan otobus SJ beroperasi di Lombok
09 January 2026 15:13 WIB
Menebar kasih Natal, Aruna Senggigi wujudkan kepedulian sosial untuk panti asuhan
30 December 2025 13:05 WIB
Aruna Senggigi bantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
30 December 2025 12:59 WIB
Libur Natal dan Tahun Baru: Aruna Senggigi tawarkan aktivitas edukatif anak dan promo spesial
13 December 2025 8:52 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024