Niat mandi di kali, warga Lingsar Lombok Barat kaget temukan mayat bayi perempuan
Minggu, 25 Juni 2023 19:59 WIB
Warga Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, dihebohkan penemuan jasad bayi perempuan di kali belakang kantor Desa Gontoran, Minggu (25/6) sekitar pukul 11.00 Wita.
Mataram (ANTARA) - Warga Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, dihebohkan penemuan jasad bayi perempuan di kali belakang kantor Desa Gontoran, Minggu (25/6) sekitar pukul 11.00 Wita.
"Saat tiba di lokasi beberapa warga tampak sedang melihat sosok bayi tersebut dalam keadaan tidak terbungkus dan terapung di Kali yang berada di balakang kantor desa setempat,"ungkap Kapolsek Lingsar Iptu Ida Bagus Suwendra SH, Minggu.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mayat bayi tersebut pertama dilihat oleh saksi warga setempat yang ingin mandi di kali tersebut.
Namun saat melihat bayi tersebut dalam keadaan terapung, saksi memanggil saksi lainnya yang juga warga setempat dan menceritakan temuan tersebut.
Oleh salah seorang saksi melaporkan ke rumah bidan desa setempat serta masyarakat dan kantor Polsek Longsar.
"Bayi tersebut dibopong ke daratan sambil menunggu anggota dari Reskrim Unit PPA Polresta Mataram yang telah dikoordinasikan sebelumnya," jelas Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan bayi tersebut diperkirakan lahir 2 hari lalu, terlihat beberapa bagian tubuh berwarna lebam kebiru-biruan.
Berdasarkan analisa unit Reskrim Polsek Lingsar bayi tersebut sengaja ditaruh oleh oknum tertentu yang diperkirakan hasil dari hubungan gelap.
"Kami bersama Sat Reskrim Polresta Mataram akan melakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap siapa pelaku dari oknum yang telah sengaja membuang bayi tersebut. Kami akan upayakan untuk dapat mengungkap pelakunya,"jelas Kapolsek.
Penemuan Bayi di kali tersebut merupakan peristiwa pertamakali terjadi, oleh karena itu pihak Polsek Lingsar akan berupaya dengan maksimal agar dapat mengungkap pelaku dibalik kasus tersebut.
"Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
"Saat tiba di lokasi beberapa warga tampak sedang melihat sosok bayi tersebut dalam keadaan tidak terbungkus dan terapung di Kali yang berada di balakang kantor desa setempat,"ungkap Kapolsek Lingsar Iptu Ida Bagus Suwendra SH, Minggu.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mayat bayi tersebut pertama dilihat oleh saksi warga setempat yang ingin mandi di kali tersebut.
Namun saat melihat bayi tersebut dalam keadaan terapung, saksi memanggil saksi lainnya yang juga warga setempat dan menceritakan temuan tersebut.
Oleh salah seorang saksi melaporkan ke rumah bidan desa setempat serta masyarakat dan kantor Polsek Longsar.
"Bayi tersebut dibopong ke daratan sambil menunggu anggota dari Reskrim Unit PPA Polresta Mataram yang telah dikoordinasikan sebelumnya," jelas Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan bayi tersebut diperkirakan lahir 2 hari lalu, terlihat beberapa bagian tubuh berwarna lebam kebiru-biruan.
Berdasarkan analisa unit Reskrim Polsek Lingsar bayi tersebut sengaja ditaruh oleh oknum tertentu yang diperkirakan hasil dari hubungan gelap.
"Kami bersama Sat Reskrim Polresta Mataram akan melakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap siapa pelaku dari oknum yang telah sengaja membuang bayi tersebut. Kami akan upayakan untuk dapat mengungkap pelakunya,"jelas Kapolsek.
Penemuan Bayi di kali tersebut merupakan peristiwa pertamakali terjadi, oleh karena itu pihak Polsek Lingsar akan berupaya dengan maksimal agar dapat mengungkap pelaku dibalik kasus tersebut.
"Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ilmuwan: Temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh menandai kemajuan dunia riset
16 December 2025 12:33 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024