Kelelahan, seorang petugas KPPS di Magetan meninggal dunia
Selasa, 13 Februari 2024 21:31 WIB
Ilustrasi lima jenis surat suara pada Pemilu 2024. ANTARA/Ilustrator/Kliwon
Magetan (ANTARA) - Seorang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah mengikuti kegiatan persiapan Pemilu 2024.
Informasi yang diperoleh di Magetan, Selasa, menyebutkan petugas KPPS itu bernama Rita Setyaningsih (41), warga Maospati, Magetan, yang meninggal pada Senin (12/2), sehari setelah mengikuti rapat KPPS untuk persiapan pemilu.
Rita Setyaningsih diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Ketua KPU Kabupaten Magetan Fahrudin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada almarhumah dan KPU RI akan memberikan perhatian kepada para petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit atau meninggal dunia saat bertugas.
"KPU mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Rita Setyaningsih," ujar Fahrudin dikonfirmasi wartawan di Magetan.
Baca juga: Kapolres Mataram memberikan santunan keluarga petugas KPPS meninggal
Baca juga: Jumlah petugas pemilu meninggal di NTB jadi enam orang
Rita Setyaningsih merupakan anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 014 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Magetan. Dia juga tercatat aktif sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan.
Almarhumah sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (9/2) hingga Minggu (11/2) malam.
Pada Minggu (11/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Rita mulai mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku dan tangan sebelah kiri lemas.
Rita kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat RSAU Efram Harsana Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIB, Rita dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Tiga petugas KPPS di NTB dilaporkan meninggal dunia
Mengenai pengganti anggota KPPS yang meninggal, KPU Magetan akan melakukan penggantian dengan menunjuk orang lain yang juga warga setempat.
"Akan ada pengganti antarwaktu (PAW) untuk menggantikan tugas almarhumah," kata Fahrudin.
Guna mencegah kejadian serupa, KPU Kabupaten Magetan akan memberikan makanan tambahan serta vitamin kepada belasan ribu petugas KPPS setempat.
Fahrudin berharap kejadian tersebut tidak terjadi pada petugas KPPS lainnya dan semua anggota penyelenggara pemilu dapat bertugas dengan lancar hingga selesai.
Informasi yang diperoleh di Magetan, Selasa, menyebutkan petugas KPPS itu bernama Rita Setyaningsih (41), warga Maospati, Magetan, yang meninggal pada Senin (12/2), sehari setelah mengikuti rapat KPPS untuk persiapan pemilu.
Rita Setyaningsih diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Ketua KPU Kabupaten Magetan Fahrudin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada almarhumah dan KPU RI akan memberikan perhatian kepada para petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit atau meninggal dunia saat bertugas.
"KPU mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Rita Setyaningsih," ujar Fahrudin dikonfirmasi wartawan di Magetan.
Baca juga: Kapolres Mataram memberikan santunan keluarga petugas KPPS meninggal
Baca juga: Jumlah petugas pemilu meninggal di NTB jadi enam orang
Rita Setyaningsih merupakan anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 014 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Magetan. Dia juga tercatat aktif sebagai staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan.
Almarhumah sempat mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemungutan suara selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (9/2) hingga Minggu (11/2) malam.
Pada Minggu (11/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Rita mulai mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku dan tangan sebelah kiri lemas.
Rita kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat RSAU Efram Harsana Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan. Namun, pada Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIB, Rita dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Tiga petugas KPPS di NTB dilaporkan meninggal dunia
Mengenai pengganti anggota KPPS yang meninggal, KPU Magetan akan melakukan penggantian dengan menunjuk orang lain yang juga warga setempat.
"Akan ada pengganti antarwaktu (PAW) untuk menggantikan tugas almarhumah," kata Fahrudin.
Guna mencegah kejadian serupa, KPU Kabupaten Magetan akan memberikan makanan tambahan serta vitamin kepada belasan ribu petugas KPPS setempat.
Fahrudin berharap kejadian tersebut tidak terjadi pada petugas KPPS lainnya dan semua anggota penyelenggara pemilu dapat bertugas dengan lancar hingga selesai.
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler: Dosen UIN Mataram lakukan pelecehan seksual, Gubernur NTB ganti Karo Ekonomi hingga kecelakaan KA di Magetan
21 May 2025 7:49 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pengamat: Bocornya data saksi jelang PSU di Magetan, rusak integritas pemilu
19 March 2025 15:40 WIB, 2025
Forkopimda Magetan Jatim memantau harga pokok di pasaran jelang Natal
16 December 2023 8:53 WIB, 2023
Gubernur Khofifah luncurkan logo dan buka rangkaian HUT ke-78 Jatim
24 September 2023 13:06 WIB, 2023
Bakesbangpol Magetan ajak perempuan tingkatkan peran di Pemilu mendatang
10 December 2022 22:17 WIB, 2022