Gempa Bumi 5,4 SR Guncang NTB-NTT
Selasa, 31 Oktober 2017 8:23 WIB
Pusat gempa bumi berkekuatan 5,4 pada Skala Richter yang menguncang NTB-NTT. (ANTARA NTB/BMKG)
Mataram (Antara NTB) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,4 pada Skala Richter (SR) mengguncang Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, pada Selasa pukul 06.37 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, di Mataram, menyebutkan pusat gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 8,90 derajat lintang selatan - 118,93 derajat bujur timur.
"Pusat gempa berada pada 52 kilometer tenggara Bima, NTB, pada kedalaman 130 kilometer," katanya.
Menurut dia, dampak gempa bumi yang mengguncang dua provinsi itu berdasarkan peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa wilayah Mataram dan Bima (NTB), Waingapu, Labuhan Bajo, dan Tambolaka (NTT), mengalami guncangan dalam skala intensitas II Skala Intensitas Gempabumi (SIG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), atau III-IV "modified mercalli intensity" (MMI).
"Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang," ujarnya.
Ditinjau dari kedalamannya, lanjut Agus, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Hingga pukul 06.51 WITA, hasil monitoring BMKG, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Namun Agus mengimbau warga di wilayah pesisir NTB dan NTT untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, di Mataram, menyebutkan pusat gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 8,90 derajat lintang selatan - 118,93 derajat bujur timur.
"Pusat gempa berada pada 52 kilometer tenggara Bima, NTB, pada kedalaman 130 kilometer," katanya.
Menurut dia, dampak gempa bumi yang mengguncang dua provinsi itu berdasarkan peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa wilayah Mataram dan Bima (NTB), Waingapu, Labuhan Bajo, dan Tambolaka (NTT), mengalami guncangan dalam skala intensitas II Skala Intensitas Gempabumi (SIG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), atau III-IV "modified mercalli intensity" (MMI).
"Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang," ujarnya.
Ditinjau dari kedalamannya, lanjut Agus, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Hingga pukul 06.51 WITA, hasil monitoring BMKG, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Namun Agus mengimbau warga di wilayah pesisir NTB dan NTT untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018