Neraca perdagangan di NTB naik signifikan pada Juli 2024
Kamis, 15 Agustus 2024 16:24 WIB
Kepala BPS Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin. ANTARA/Sugiharto Purnama
Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2024 mengalami peningkatan signifikan yang didorong oleh kegiatan ekspor tambang berupa bijih tembaga dan konsentrat.
Kepala BPS NTB Wahyudin, di Mataram, Kamis, mengatakan nilai ekspor bulan lalu sebesar 208,84 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Nilai ekspor itu mengalami peningkatan sebesar 11,396 persen dibandingkan Juni 2024. Jika dibandingkan Juli 2023 mengalami peningkatan 148,26 persen," ujarnya pula.
Pada Juni 2024, nilai ekspor NTB hanya mencapai 1,82 juta dolar AS, karena tidak ada ekspor tambang akibat izin yang sudah habis. Adapun nilai ekspor pada Juli 2023 tercatat sebesar 84,11 juta dolar AS.
Baca juga: BPS: Neraca perdagangan di NTB defisit 38,56 juta dolar AS
Wahyudin memaparkan nilai ekspor terbesar NTB pada Juli 2024 ditujukan ke India sebanyak 50,81 persen, Jepang 47,38 persen, dan Australia 1,20 persen.
Kelompok komoditas ekspor terbesar adalah barang galian sebanyak 204,53 juta dolar AS atau setara 97,94 persen, perhiasan 3,15 juta dolar AS (1,51 persen), dan komoditas ikan serta udang 634.752 dolar AS (0,30 persen).
Barang galian tambang itu dikirim ke India dan Jepang; ekspor perhiasan ke Australia, Jepang, maupun Hong Kong; ekspor ikan dan udang ke Amerika Serikat serta Filipina.
"Barang ekspor itu berupa bijih tembaga dan konsentratnya diekspor ke India paling banyak, kemudian ke Jepang," kata Wahyudin.
Baca juga: Neraca perdagangan NTB surplus 52 juta dolar AS
Kepala BPS NTB Wahyudin, di Mataram, Kamis, mengatakan nilai ekspor bulan lalu sebesar 208,84 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Nilai ekspor itu mengalami peningkatan sebesar 11,396 persen dibandingkan Juni 2024. Jika dibandingkan Juli 2023 mengalami peningkatan 148,26 persen," ujarnya pula.
Pada Juni 2024, nilai ekspor NTB hanya mencapai 1,82 juta dolar AS, karena tidak ada ekspor tambang akibat izin yang sudah habis. Adapun nilai ekspor pada Juli 2023 tercatat sebesar 84,11 juta dolar AS.
Baca juga: BPS: Neraca perdagangan di NTB defisit 38,56 juta dolar AS
Wahyudin memaparkan nilai ekspor terbesar NTB pada Juli 2024 ditujukan ke India sebanyak 50,81 persen, Jepang 47,38 persen, dan Australia 1,20 persen.
Kelompok komoditas ekspor terbesar adalah barang galian sebanyak 204,53 juta dolar AS atau setara 97,94 persen, perhiasan 3,15 juta dolar AS (1,51 persen), dan komoditas ikan serta udang 634.752 dolar AS (0,30 persen).
Barang galian tambang itu dikirim ke India dan Jepang; ekspor perhiasan ke Australia, Jepang, maupun Hong Kong; ekspor ikan dan udang ke Amerika Serikat serta Filipina.
"Barang ekspor itu berupa bijih tembaga dan konsentratnya diekspor ke India paling banyak, kemudian ke Jepang," kata Wahyudin.
Baca juga: Neraca perdagangan NTB surplus 52 juta dolar AS
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dompu dapat lampu hijau! Mendag siap tata Pasar Ginte dan Manggelewa jadi modern
06 February 2026 11:12 WIB
Pemerintah Kanada batalkan sepakat dengan China usai Trump ancam tarif 100 persen
27 January 2026 5:47 WIB
ASN Mataram wajib tinggalkan gas melon, Pemkot fasilitasi penukaran elpiji
26 January 2026 15:09 WIB
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Terlibat narkoba, Kapolres Bima Kota dicopot, kini diperiksa di Mabes Polri
12 February 2026 14:57 WIB