Museum Negeri NTB tata ulang ruang pamer museum desa
Kamis, 31 Oktober 2024 18:07 WIB
Petugas menata koleksi benda-benda kuno yang berada di ruang pamer Museum Desa Genggelangan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (31/10/2024). (ANTARA/Sugiharto Purnama)
Lombok Utara (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menata ulang ruang pamer museum desa yang berada di Dusun Kertaharja, Desa Genggelangan, , Kabupaten Lombok Utara.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya juga menghibahkan dua unit vitrin agar koleksi museum desa menjadi lebih tertata rapi.
"Kondisi ruang pamer museum desa tadinya masih berantakan dan kini sudah rapi," ujarnya di Lombok Utara, Kamis.
Vitrin yang dihibahkan itu sebelumnya dipakai sebagai alat pameran dengan ukuran panjang 140 sentimeter, lebar 60 sentimeter, dan tinggi 200 sentimeter. Vitrin adalah kotak penyimpanan yang memudahkan pengelola museum dalam melakukan perawatan dan penyimpanan koleksi berdasarkan klasifikasi jenis barang.
Baca juga: Museum NTB kembangkan kreativitas generasi muda lewat mading
Nuralam menuturkan dukungan yang diberikan Museum NTB menjadi stimulus bagi pengelola, masyarakat, dan desa-desa lain yang ingin membentuk museum desa.
"Kami berharap dengan adanya museum desa bisa menarik wisata di level desa. Apalagi, NTB sudah mencanangkan 99 desa wisata, kami berharap masing-masing desa wisata itu punya museum desa," ucapnya.
Baca juga: BRIN conducts research to digitize NTB Museum's ancient manuscripts
Ketua Pengelola Museum Desa Genggelangan, Kecamatan Gangga Supardi mengungkapkan ada sekitar 80-an benda yang dikoleksi Museum Desa Genggelangan dengan jenis terbanyak berupa senjata dan naskah kuno.
Museum Desa Genggelangan menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kedatuan Gangga. Setiap pengunjung dapat mendengarkan sejarah kerajaan itu dan Kampung Besari yang hilang secara misterius pada akhir abad ke-17.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya juga menghibahkan dua unit vitrin agar koleksi museum desa menjadi lebih tertata rapi.
"Kondisi ruang pamer museum desa tadinya masih berantakan dan kini sudah rapi," ujarnya di Lombok Utara, Kamis.
Vitrin yang dihibahkan itu sebelumnya dipakai sebagai alat pameran dengan ukuran panjang 140 sentimeter, lebar 60 sentimeter, dan tinggi 200 sentimeter. Vitrin adalah kotak penyimpanan yang memudahkan pengelola museum dalam melakukan perawatan dan penyimpanan koleksi berdasarkan klasifikasi jenis barang.
Baca juga: Museum NTB kembangkan kreativitas generasi muda lewat mading
Nuralam menuturkan dukungan yang diberikan Museum NTB menjadi stimulus bagi pengelola, masyarakat, dan desa-desa lain yang ingin membentuk museum desa.
"Kami berharap dengan adanya museum desa bisa menarik wisata di level desa. Apalagi, NTB sudah mencanangkan 99 desa wisata, kami berharap masing-masing desa wisata itu punya museum desa," ucapnya.
Baca juga: BRIN conducts research to digitize NTB Museum's ancient manuscripts
Ketua Pengelola Museum Desa Genggelangan, Kecamatan Gangga Supardi mengungkapkan ada sekitar 80-an benda yang dikoleksi Museum Desa Genggelangan dengan jenis terbanyak berupa senjata dan naskah kuno.
Museum Desa Genggelangan menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kedatuan Gangga. Setiap pengunjung dapat mendengarkan sejarah kerajaan itu dan Kampung Besari yang hilang secara misterius pada akhir abad ke-17.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Lombok Utara
Lihat Juga
20.000 pekerja rentan di Lombok Utara terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan
28 February 2026 20:04 WIB
Petani Lombok Utara binaan BI NTB panen cabai rawit, perkuat stabilitas harga
28 February 2026 20:00 WIB
Tradisi vs modernisasi: Lombok Utara fokus musrenbang untuk pelestarian budaya
27 February 2026 13:43 WIB
Waktu sahur & buka puasa Ramadhan di Lombok Utara, Kamis 19 Februari 2026
18 February 2026 20:54 WIB
Sebanyak 24.750 pekerja rentan di Lombok Utara dapat jaminan sosial pada 2026
11 February 2026 15:23 WIB
Legislator terjaring operasi narkoba di Lombok Utara, Polisi amankan tujuh orang
11 February 2026 13:56 WIB