ITDC beri pelatihan hidroponik bagi warga di Mandalika Lombok
Rabu, 20 November 2024 20:26 WIB
Direktur operasi ITDC Wenda R Nabiel saat mengunjungi lokasi pelatihan hidroponik bagi warga di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Rabu (20/11/2024). ANTARA/HO-Humas ITDC
Lombok Tengah (ANTARA) - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC memberi pelatihan hidroponik bagi warga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.
Direktur Operasi ITDC Wenda R Nabiel di Lombok Tengah, Rabu, mengatakan sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan The Mandalika, ITDC terus menghadirkan program-program TJSL yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
"Kami percaya bahwa keberhasilan kawasan pariwisata The Mandalika tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem ini," katanya.
Baca juga: Hasil lelang cenderamata MotoGP dipakai penanganan stunting di Lombok Tengah
Oleh karena itu, di bidang pemberdayaan ekonomi ITDC melaksanakan pelatihan bagi Pokdarwis Desa Kuta yang mengelola usaha hidroponik. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha untuk memenuhi permintaan pasar lokal yang terus meningkat.
"Tanaman hidroponik yang dihasilkan bisa diserap oleh semua hotel dan restoran yang ada di Mandalika," katanya.
Dalam kegiatan pelatihan ini pihaknya melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Komunitas Hidroponik Lombok untuk membekali 20 anggota Pokdarwis dengan teori dan praktik, termasuk site visit dan rencana pendampingan selama 3-6 bulan.
Baca juga: Dua Investor masuk KEK Mandalika Lombok
Sebagai kelanjutan dari pelatihan ini ITDC juga memberikan bantuan optimalisasi green house untuk menunjang hasil produksi dan mendukung pengembangan usaha hidroponik.
"Semoga program yang yang dilaksanakan ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dari Mandalika Child Learning Centre (MCLC) dan anak-anak yatim sekitar kawasan The Mandalika.
Baca juga: Kawasan Mandalika Lombok dipromosikan lewat Rinjani Travel Mart
Pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, indeks massa tubuh (IMT), kebersihan kuku dan telinga, serta Kadar Hemoglobin (Hb) untuk remaja putri. Anak-anak juga mendapatkan edukasi kesehatan dan bingkisan peralatan kebersihan.
"Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan sanitasi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," katanya.
Ia mengatakan, melalui inisiatif yang terintegrasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Langkah ini tidak hanya mendukung pengembangan masyarakat lokal.
"Tetapi juga memperkuat posisi The Mandalika sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan yang inklusif dan berbasis kolaborasi,” katanya.
Baca juga: ITDC melibatkan investor lokal perkuat pengembangan kawasan Mandalika
Direktur Operasi ITDC Wenda R Nabiel di Lombok Tengah, Rabu, mengatakan sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan The Mandalika, ITDC terus menghadirkan program-program TJSL yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
"Kami percaya bahwa keberhasilan kawasan pariwisata The Mandalika tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem ini," katanya.
Baca juga: Hasil lelang cenderamata MotoGP dipakai penanganan stunting di Lombok Tengah
Oleh karena itu, di bidang pemberdayaan ekonomi ITDC melaksanakan pelatihan bagi Pokdarwis Desa Kuta yang mengelola usaha hidroponik. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha untuk memenuhi permintaan pasar lokal yang terus meningkat.
"Tanaman hidroponik yang dihasilkan bisa diserap oleh semua hotel dan restoran yang ada di Mandalika," katanya.
Dalam kegiatan pelatihan ini pihaknya melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Komunitas Hidroponik Lombok untuk membekali 20 anggota Pokdarwis dengan teori dan praktik, termasuk site visit dan rencana pendampingan selama 3-6 bulan.
Baca juga: Dua Investor masuk KEK Mandalika Lombok
Sebagai kelanjutan dari pelatihan ini ITDC juga memberikan bantuan optimalisasi green house untuk menunjang hasil produksi dan mendukung pengembangan usaha hidroponik.
"Semoga program yang yang dilaksanakan ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dari Mandalika Child Learning Centre (MCLC) dan anak-anak yatim sekitar kawasan The Mandalika.
Baca juga: Kawasan Mandalika Lombok dipromosikan lewat Rinjani Travel Mart
Pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, indeks massa tubuh (IMT), kebersihan kuku dan telinga, serta Kadar Hemoglobin (Hb) untuk remaja putri. Anak-anak juga mendapatkan edukasi kesehatan dan bingkisan peralatan kebersihan.
"Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan sanitasi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," katanya.
Ia mengatakan, melalui inisiatif yang terintegrasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Langkah ini tidak hanya mendukung pengembangan masyarakat lokal.
"Tetapi juga memperkuat posisi The Mandalika sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan yang inklusif dan berbasis kolaborasi,” katanya.
Baca juga: ITDC melibatkan investor lokal perkuat pengembangan kawasan Mandalika
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan mendorong pengelolaan komoditas hortikultura skala rumah tangga
23 August 2024 4:55 WIB, 2024
Hidroponik penanaman sayuran di pekarangan rumah solusi atasi polusi udara
10 November 2022 14:03 WIB, 2022
Tingkatkan kemandirian, PLN UP3B Mataram kenalkan sistem hidroponik
29 December 2019 20:19 WIB, 2019
Terpopuler - Lingkar Mandalika
Lihat Juga
KEK Mandalika makin menggoda investor, ITDC tawarkan insentif 'all-in' berkelas dunia
29 March 2026 20:58 WIB