Dompu (ANTARA) - Kasus batuk dan flu akibat virus influenza di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami peningkatan signifikan hingga 70 persen dalam sebulan terakhir. Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada, menjaga kebugaran, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan.

Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P, mengatakan peningkatan kasus batuk dan pilek terjadi hampir merata di masyarakat, bahkan dalam beberapa kasus menular ke seluruh anggota keluarga.

"Bila kita memperhatikan keluarga atau masyarakat, saat ini sedang meningkatnya batuk dan pilek. Rata-rata penyebabnya adalah influenza," katanya, Kamis.

Menurut dia, sebagian besar kasus yang ditemukan menunjukkan gejala ringan hingga sedang, dan umumnya dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

"Jangan panik, tapi tetap waspada. Terapi utamanya adalah istirahat yang cukup, minum air putih yang cukup, makan makanan bergizi, dan minum obat yang meringankan gejala seperti paracetamol," imbuhnya.

Baca juga: Kasus influenza dalam sebulan di Mataram capai 2.700 kasus

Meski demikian, dr. Fitratul mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke dokter apabila batuk tidak berkurang selama lebih dari satu minggu, disertai sesak napas, atau demam tinggi yang menyebabkan tubuh sangat lemas dan sulit makan.

Ia menambahkan, menjaga imunitas tubuh juga bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu menjaga suasana hati agar tetap bahagia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Maria Ulfah, mengungkapkan bahwa pihaknya juga mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada minggu ke-42 tahun ini.

"Dinas Kesehatan telah melakukan langkah-langkah pencegahan, antara lain sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya ventilasi rumah yang baik, penggunaan masker, dan larangan merokok di dalam rumah," jelasnya.

Baca juga: RS Ruslan imbau warga Mataram waspadai influenza A

Selain itu, kata Ulfa, pihaknya melakukan evaluasi terhadap kapasitas layanan kesehatan dalam menangani kasus ISPA serta memperkuat sistem surveilans untuk memantau faktor risiko lingkungan seperti asap dan debu.

"Kami juga terus mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan upaya pengendalian penyakit menular saluran napas," ujarnya.

Baca juga: Jakarta terus pantau kasus penyakit mirip influenza


Pewarta : Ady Ardiansah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026