Bima (ANTARA) - Salah satu gedung tua peninggalan kolonial Belanda di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal dengan nama Pesanggrahan Oi Wobo, terbakar pada Selasa malam (11/11/2025) sekitar pukul 21.30 Wita. Kebakaran tersebut menghanguskan empat kamar bangunan beserta seluruh isinya.

Bangunan yang kini difungsikan sebagai kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pariwisata Kabupaten Bima itu, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi pejabat kolonial Belanda dan menjadi bagian dari kawasan wisata alam bersejarah Oi Wobo, yang terkenal dengan kesejukan udara serta kejernihan air kolam renangnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bima, A. Rifai, dalam laporan tertulisnya yang diterima ANTARA, Rabu, menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Yang terbakar empat kamar bangunan dengan isi berupa delapan tempat tidur spring bed dan tiga lemari jati bersejarah, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp.50 juta," katanya.

Baca juga: Sembilan rumah di Ntonggu Bima hangus terbakar

Ia menjelaskan, kronologi kebakaran bermula ketika seorang warga, Gatot, melihat kobaran api di bagian tengah bangunan sekitar pukul 21.30 Wita. Api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan dan membakar seluruh isi kantor.

"Warga bersama aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum satu unit mobil tangki pemadam dari Kecamatan Wawo tiba di lokasi pada pukul 22.05 Wita. Api berhasil dipadamkan total sepuluh menit kemudian," ujarnya.

Rifai menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Kepolisian Sektor (Polsek) Wawo.

"Kami berharap pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan serta identifikasi terhadap aset yang terdampak kebakaran tersebut," pungkasnya.

Diketahui, Pesanggrahan Oi Wobo terletak sekitar 20 menit perjalanan dari Kota Raba-Bima. Kawasan ini dulunya, menjadi destinasi favorit wisatawan domestik setiap akhir pekan dan berkontribusi  menjadi salah satu aset pariwisata yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima.

Baca juga: Polisi usut penyebab kebakaran kantor Inspektorat Bima
Baca juga: Kantor Inspektorat Bima terbakar, dokumen dan arsip ikut hangus
Baca juga: Sebanyak 14 unit rumah di Sape Bima terbakar
Baca juga: Rumah milik penjual eceran BBM di Bima ludes terbakar