Ogan Ilir siapkan mitigasi antisipasi kekeringan

id sumsel,antisipasi kekeringan,suplai air,pemkab oi

Ogan Ilir siapkan mitigasi antisipasi kekeringan

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar saat diwawancarai di Indralaya, Selasa (19/9/2023). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyiapkan mitigasi antisipasi kekeringan pada musim kemarau tahun ini di wilayah itu. Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar saat diwawancarai di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, mengatakan pihaknya mitigasi antisipasi kekeringan setelah melakukan rapat dengan pemerintah pusat, karena memang di Indonesia saat ini sedang terjadi el nino yang berdampak kekeringan.


Pemkab Ogan Ilir mulai fokus menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan dengan menyiapkan tujuh mobil angkutan air. Mobil tersebut tidak hanya menyuplai air bersih, tetapi juga difungsikan untuk membantu pemadaman jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.

"Jadi, armada ini memiliki dua fungsi, yakni menyuplai air bersih dan juga membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Apabila tidak ada kebakaran, maka setiap hari armada tersebut menyuplai air bersih untuk daerah yang membutuhkan," jelasnya.

Panca mengatakan pada anggaran perubahan tahun 2023 Pemkab Ogan Ilir telah dialokasikan untuk membuat beberapa titik sumur bor. "Hal ini diharapkan akan membantu para petani yang terdampak musim kemarau dan juga dapat mengatasi krisis air bersih di desa-desa," kata dia.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani mengatakan selain karhutla, pihaknya mengingatkan masyarakat di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu untuk mengantisipasi ancaman el nino hingga akhir 2023.

Baca juga: Sebanyak 21 kecamatan di Yogyakarta berstatus awas kekeringan
Baca juga: Info BMKG: 10 zona musim di NTT memasuki musim kemarau


El Nino merupakan suatu fenomena peningkatan suhu atmosfer bumi yang dapat menyebabkan suhu yang panas menjadi semakin meningkat dan kekeringan akibat kemarau. "Berdasarkan pengamatan, puncak el nino diprediksi terjadi hingga akhir Desember 2023, kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak terjadi karhutla dan gagal panen akibat kekeringan," kata dia.