Warga Desa Senaru krisis air bersih
Rabu, 3 April 2019 15:11 WIB
Seorang anak mengambil air wudhu dengan memanfaatkan air yang berasal dari tangki penampungan milik warga Senaru, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Senin (18/3/2019). (foto Antara/Dhimas BP) (foto Antara/Dhimas BP/)
Mataram (ANTARA) - Warga Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kesulitan air bersih setelah sumber mata air dan pipanya tertimpa longsoran pascagempa pada 17 Maret 2019.
"Sampai hari ini ini, kita di Desa Senaru krisis air bersih," kata warga Desa Senaru, Nursa'ad kepada Antara, di Mataram, Rabu.
Karena itu, kata dia, dirinya bersama beberapa tokoh di empat dusun Desa Senaru berencana mencari mata air yang baru dan jaraknya sekitar tiga kilometer lebih jauh dari posisi sumber mata air sebelumnya yang berada di kaki Gunung Rinjani, Lokok Prabu.
Kendati demikian, kata dia, kendala saat ini terletak pada pipa untuk menyambungnya ke mata air yang baru. "Karena mata air air yang lama sudah tertimbun sedalam 20 meter oleh material longsor," keluhnya.
Nursa'ad mengungkapkan, bahwa sebelum terjadi gempa Minggu (17/3) sore, dirinya bersama warga Senaru yang aktif dalam kelompok masyarakat telah sepakat untuk memperbaiki saluran pipa yang dibuatkan oleh relawan gempa tersebut.
"Ya tapi itu dia, rencana cek lapangan belum bisa kesampaian karena kondisi cuaca yang belum bersahabat, hujan terus di sini," kata Nursa'ad.
Namun sepintas Nursa'ad sudah memiliki gambaran umum terkait kondisi saluran pemipaan air bersih yang sebagiannya diketahui melintas di pinggiran tebing perbukitan kawasan wisata Air Terjun Tiu Kelep tersebut.
Dari kondisinya, perbaikan saluran pemipaan itu membutuhkan tambahan pipa baru seukuran dengan saluran yang sudah terpasang. Pipa baru itu digunakan untuk mengganti yang sudah rusak tertimpa longsoran tanah dan bebatuan.
"Biar semuanya berfungsi kembali, ada sekitar 65 lonjor pipa ukuran besar yang sekarang kita butuhkan, itu kebutuhan utamanya," ujarnya.
"Sampai hari ini ini, kita di Desa Senaru krisis air bersih," kata warga Desa Senaru, Nursa'ad kepada Antara, di Mataram, Rabu.
Karena itu, kata dia, dirinya bersama beberapa tokoh di empat dusun Desa Senaru berencana mencari mata air yang baru dan jaraknya sekitar tiga kilometer lebih jauh dari posisi sumber mata air sebelumnya yang berada di kaki Gunung Rinjani, Lokok Prabu.
Kendati demikian, kata dia, kendala saat ini terletak pada pipa untuk menyambungnya ke mata air yang baru. "Karena mata air air yang lama sudah tertimbun sedalam 20 meter oleh material longsor," keluhnya.
Nursa'ad mengungkapkan, bahwa sebelum terjadi gempa Minggu (17/3) sore, dirinya bersama warga Senaru yang aktif dalam kelompok masyarakat telah sepakat untuk memperbaiki saluran pipa yang dibuatkan oleh relawan gempa tersebut.
"Ya tapi itu dia, rencana cek lapangan belum bisa kesampaian karena kondisi cuaca yang belum bersahabat, hujan terus di sini," kata Nursa'ad.
Namun sepintas Nursa'ad sudah memiliki gambaran umum terkait kondisi saluran pemipaan air bersih yang sebagiannya diketahui melintas di pinggiran tebing perbukitan kawasan wisata Air Terjun Tiu Kelep tersebut.
Dari kondisinya, perbaikan saluran pemipaan itu membutuhkan tambahan pipa baru seukuran dengan saluran yang sudah terpasang. Pipa baru itu digunakan untuk mengganti yang sudah rusak tertimpa longsoran tanah dan bebatuan.
"Biar semuanya berfungsi kembali, ada sekitar 65 lonjor pipa ukuran besar yang sekarang kita butuhkan, itu kebutuhan utamanya," ujarnya.
Pewarta : Riza Fahriza
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamendag tindak lanjuti arahan Presiden Prabowo dengan penguatan GernasMapan
09 February 2026 18:40 WIB
Presiden Prabowo menginginkan Pertamina bersih, ingatkan Simon "jangan cari kaya"
13 January 2026 5:09 WIB
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023