Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Kegiatan ini untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di Lombok Tengah," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Lombok Tengah, Rabu.

Oleh karena itu ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada musim hujan.

"Dampak bencana hidrometeorologi ini tidak main-main, karena bencana tidak bisa dihadapi dengan apa adanya, namun dibutuhkan kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat," katanya.

Baca juga: Kodim 1620 Lombok Tengah backup pengamanan Nataru 2026

Ia mengatakan bencana yang telah terjadi, seperti banjir di Kecamatan Pujut dan wilayah lainnya, merupakan bencana yang tidak dapat dihadang dan dibendung, karena dampak penebangan pohon serta sampah yang dibuang dengan sengaja ke saluran irigasi.

"Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan pemerintah menghadapi bencana dan ini adalah tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Maruf mengatakan kondisi saat ini Lombok Tengah masuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gempa.

"Dampak bencana itu harus diantisipasi oleh semua pihak, termasuk masyarakat diharapkan tetap waspada," katanya.

Baca juga: BPTD NTB persilakan PO terkendala akses OSS beroperasi saat libur Nataru

Ia mengatakan bencana longsor saat ini tidak hanya terjadi di wilayah Lombok Tengah bagian utara, namun mulai bergeser ke wilayah Lombok Tengah bagian selatan dampak alih fungsi lahan atau penebangan pohon.

Oleh karena itu, kata dia, semua pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi dampak bencana hidrometeorologi ini.

"Kami telah meningkatkan sarana dan prasarana, terutama penanganan banjir dan angin puting beliung," katanya.

Baca juga: BPTD NTB perketat kelaikan jalan bus angkutan umum pada libur Nataru
Baca juga: 1.908 personel gabungan amankan perayaan Nataru di NTB