Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengamankan sampel menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan pelajar di Desa Darmaji mengalami keracunan massal usai minum susu MBG tersebut.
"Sampel makanan (susu) telah kami amankan untuk dilakukan pengecekan atau uji lab," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan pelajar yang mengalami keracunan makanan MBG tersebut bersekolah di SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuslohin. Berdasarkan data sementara jumlah korban sebanyak 38 orang baik pelajar SD maupun MI.
Ia mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika para korban mendapatkan makanan program MBG, dimana setelah mereka mengkonsumsi susu atau salah satu menu makanan tersebut mengalami gejala mual, pusing, perut mules.
"Gejala itu terjadi setelah korban meminum susu MBG," katanya.
Baca juga: SPPP MBG Mataram diminta buat 'tempah dedoro'
Selanjutnya para pelajar yang diduga mengalami keracunan langsung di bawah ke puskesmas terdekat untuk ditangani tim medis puskesmas.
"Mereka di rawat di Puskesmas Muncang dan Pengadang," katanya.
Dari puluhan korban, di Puskesmas Muncang 12 orang rawat jalan 2 orang rawat inap. Sedangkan di Puskesmas Pengadang 24 orang jalan semua atau tidak ada yang rawat inap.
"Tidak ada korban jiwa, korban mengalami gejala mual, pusing, perut melilit," katanya.
Baca juga: Sebanyak 4.000 guru di Mataram terima MBG
Tim Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan mengatakan pihaknya bersama koordinasi wilayah program MBG dan dari Dinas Kesehatan telah turun melakukan penanganan terhadap para korban keracunan program MBG tersebut.
"Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium. Korban telah pulang, hanya dua orang yang dirawat inap," katanya.