Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat di Nusa Tenggara Barat untuk saling bahu-membahu berkolaborasi menghadapi cuaca ekstrem.

"Saya menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di NTB dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berlaku hingga 27 Januari 2026. Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu," ujarnya melalui pesan singkat di Mataram, Kamis.

Legislator dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas bersama yang hanya bisa dicapai melalui sinergi yang hangat dan solid antara pemerintah pusat dan daerah.

"Saya turut merasakan apa yang dialami saudara-saudara di Lombok Barat yang terdampak banjir, juga warga Mataram dan Sumbawa Barat yang rumahnya rusak akibat angin kencang. Dalam situasi ujian alam seperti ini, mari kita rapatkan barisan. Saya mengajak mitra kami di pusat Kementerian PU,

Baca juga: BMKG deteksi Bibit Siklon Tropis 91S di perairan selatan NTB

Kemenhub, BMKG, dan Basarnas untuk turun tangan membersamai pemerintah daerah dalam melayani dan melindungi warga, serta bisa turut ikut membantu masyarakat terdampak," terang Abdul Hadi.

Abdul Hadi menyoroti kondisi terkini di lapangan, seperti banjir yang menggenangi wilayah Sekotong dan Labuapi, serta pohon tumbang di Mataram, sebagai sinyal bahwa alam sedang menuntut perhatian lebih. Ia berharap penanganan di lapangan dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan yang cepat.

"Bagi saudara kita yang terdampak, kehadiran negara sangat dinantikan. Saya berharap Kementerian PU dan dinas terkait bisa segera memastikan saluran air dan drainase berfungsi optimal agar genangan cepat surut. Begitu pula tim Basarnas dan BPBD, kehadiran rekan-rekan di titik rawan akan memberikan rasa aman bagi warga," ucapnya.

Baca juga: Hadapi cuaca ekstrem, NTB siapkan lima langkah lindungi sentra pangan

Berdasarkan data BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi merata. Abdul Hadi mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga dan mengingatkan, terutama pada periode krusial, di antaranya kewaspadaan menyeluruh di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima.
Hingga 26-27 Januari 2026, fokus berlanjut di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Pulau Sumbawa bagian timur.

"Saya menitipkan pesan kepada warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas di pesisir selatan NTB karena gelombang sedang tinggi. Untuk para nelayan, mohon bersabar menunda melaut demi keselamatan jiwa. Mari kita saling menjaga, menertibkan lingkungan sekitar dari potensi pohon atau baliho yang rapuh, dan terus memantau informasi resmi BMKG," ajak Abdul Hadi.

Abdul Hadi mengajak masyarakat untuk berdoa agar cuaca segera membaik.

"Ikhtiar kita maksimalkan dengan kesiapsiagaan infrastruktur dan mitigasi, lalu kita sempurnakan dengan doa. Semoga Tuhan melindungi warga NTB dan menjauhkan kita dari marabahaya," katanya.

Baca juga: Cuaca ekstrem, empat pelajar di Lombok Timur tertimpa pohon tumbang
Baca juga: Pemprov NTB siaga cuaca ekstrem, Komando Terpadu dikerahkan


Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026