Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan skema merelokasi warga yang terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

"Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak bencana. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meninjau warga Lingkungan Bugis yang terdampak banjir rob melalui keterangan tertulis di Mataram, Jumat.

Ia juga menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur. Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB juga mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau warga terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi NTB terhadap bencana pesisir yang merusak permukiman warga.

Di lokasi, Gubernur Miq Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Sukma warga RT 03 untuk mendengar langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Baca juga: Luapan Sungai Jangkuk Mataram terjang permukiman, BPBD turun data rumah warga

Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terjangan ombak, sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman pesisir. Kedatangan Gubernur disambut oleh warga yang merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Kepala Lingkungan Bugis Suherman menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak Rabu (21/1) sekitar pukul 20.00 WITA dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga.

"Setiap malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya," ujar dia.

Baca juga: Banjir Mataram, Dinkes turunkan tim gerak cepat cek kesehatan warga

Suherman menambahkan, enam rumah warga mengalami kerusakan terparah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tidak lagi layak ditempati. Sejumlah rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas.

"Tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tetapi masih bisa digunakan," katanya.

Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat.

Baca juga: Cuaca ekstrem, Banjir dan angin kencang landa sejumlah daerah di NTB