Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol mirip cacar yang dapat menyerang hewan ternak jenis sapi dan kerbau.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Muslihmengatakan, penyakit itu tidak hanya berdampak terhadap kesehatan hewan melainkan juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu distribusi ternak.

"Kewaspadaan harus semakin ditingkatkan seiring dengan perkembangan kasus LSD di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Jumat.

Muslih menegaskan bahwa langkah pencegahan ditempatkan sebagai prioritas utama melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pembentukan tim kewaspadaan.

Baca juga: Sebanyak 500 sapi Australia batal masuk NTB karena risiko penyakit LSD

Pemerintah NTB melaksanakan surveilans aktif dan berkelanjutan terkhusus di wilayah perbatasan dan titik-titik lalu lintas ternak sebagai bagian dari sistem deteksi dini atau early warning detection.

LSD adalah penyakit menular pada sapi dan kerbau yang ditandai benjolan pada kulit, demam, lemas, dan nafsu makan menurun. Penyakit tersebut menular melalui nyamuk dan lalat.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, sejumlah daerah melaporkan penemuan kasus sapi ternak positif terinfeksi penyakit LSD, salah satunya Kabupaten Jembrana di Bali.

Baca juga: Waspada LSD! Dinas Pertanian Mataram sosialisasi penyakit ternak menular

Kementerian Pertanian telah menyalurkan ratusan dosis vaksin darurat untuk penyakit tersebut yang dilengkapi obat hewan, multivitamin, desinfektan, dan alat kesehatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhamad Riadi mengatakan, NTB adalah salah satu sentra sapi potong nasional dengan karakteristik lalu lintas ternak keluar daerah yang relatif tinggi, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan pengendalian yang kuat.

Ia menginstruksikan tim pendamping kesehatan hewan pada tingkat kecamatan untuk selalu memantau kesehatan sapi-sapi ternak milik masyarakat agar tidak terjangkit penyakit LSD.