Lombok Tengah (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Desa Darmaji Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat ditutup sementara, pascainsiden keracunan masal yang terjadi di wilayah sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saat ini ada satu SPPG yang ditutup sementara dari 114 SPPG yang telah beroperasi di Lombok Tengah," kata Ketua Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan, penutupan sementara tersebut dilakukan berdasarkan surat keputusan dari Badan Gizi Nasional, karena adanya kasus yang menonjol terjadi di wilayah sasaran SPPG tersebut.

"Ditutup sementara pasca adanya kasus keracunan menu makanan MBG yang disalurkan SPPG tersebut," katanya.

Baca juga: Dikes Lombok Tengah amankan sampel MBG diduga penyebab keracunan massal

Ia mengatakan, pelajar yang menjadi sasaran dari SPPG tersebut untuk sementara waktu masih menunggu arahan dari BGN dan pihaknya sedang melakukan pendataan, agar mereka tetap menerima program MBG dari SPPG terdekat.

"Kami sedang melakukan pendataan, nanti pelajar di wilayah tersebut akan disalurkan MBG dari SPPG terdekat," katanya.

Pelajar yang mengalami keracunan masal tersebut telah ditangani dengan baik dan kondisi mereka telah bisa beraktivitas.

"Begitu kejadian, mereka langsung mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa," katanya.

Baca juga: Program MBG di Lombok Tengah dievaluasi agar lebih baik

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium, penyebab pelajar tersebut mengalami keracunan, karena susu susu kemasan yang dibagikan kepada siswa di Desa Darmaji Kecamatan Kopang, terkontaminasi bakteri berbahaya hingga menyebabkan 38 siswa keracunan.

"Susu yang diberikan kedaluwarsa mengandung bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta Bacillus cereus," katanya.

Sementara itu, jumlah SPPG di 12 kecamatan di Lombok Tengah yang telah beroperasi mencapai 114 dengan menyasar ratusan ribu pelajar, ibu hamil, balita dan tenaga pendidik.

Baca juga: Sebanyak 114 dapur MBG layani 320 ribu warga Lombok Tengah