Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sebanyak 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi hingga Januari 2026 dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dapur MBG yang telah beroperasi itu sebanyak 114 titik di 12 kecamatan di Lombok Tengah," kata Ketua Sekretariat Satgas MBG  Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan total SPPG di Lombok Tengah yang telah terbangun itu sebanyak 149 titik, baik yang telah beroperasi maupun yang belum.

"Yang belum beroperasi itu 35 SPPG dan tinggal menunggu anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN)," katanya.

Baca juga: Penerbitan SLHS dapur MBG di Lombok Tengah dipercepat

Ia mengatakan dari 114 SPPG yang telah beroperasi tersebut, jumlah sasaran mencapai 320.860 orang yang terdiri dari 299.652 pelajar dan 32.142 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Lalu Setiawan mengatakan jumlah sasaran MBG saat ini tidak hanya pelajar, namun guru atau pegawai yang ada di sekolah.

Oleh karena itu jumlah SPPG di Lombok Tengah, kata dia, kemungkinan bisa bertambah dan saat ini sedang dilakukan proses pemetaan sasaran Program MBG tersebut.

"Bisa bertambah, yang jelas saat ini ada 114 SPPG yang telah beroperasi," katanya.

Baca juga: Dikes Lombok Tengah amankan sampel MBG diduga penyebab keracunan massal

Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi dan kolaborasi dari hulu ke hilir dalam mendukung percepatan Program MBG di wilayah setempat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Pemprov NTB sangat mendukung pelaksanaan Program MBG sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Saat ini kita memasuki fase bagaimana memastikan praktek dan standar-standar dalam Program MBG di NTB itu terpenuhi dengan baik," ucapnya.

Baca juga: Selama Ramadhan, Program makan bergizi gratis di NTB tetap jalan

Menurut Iqbal, sampai dengan saat ini jumlah SPPG atau dapur MBG yang terbangun di NTB mencapai 600 unit lebih. Angka ini, kata dia, melampaui target awal yang ditetapkan Pemprov NTB sebanyak 600 unit.

"Kalau masih ada warga kita yang belum terjangkau karena mungkin data kita tidak valid, kita akan evaluasi kembali. Karena tujuan program ini sangat baik dalam menyelesaikan program gizi anak kita dan menggerakkan ekonomi lokal. Bayangkan Rp5,7 triliun uang yang beredar di masyarakat kita dari MBG ini," katanya.

Baca juga: Program MBG di Lombok Tengah dievaluasi agar lebih baik
Baca juga: Pemilik dapur MBG di Lombok Tengah diingatkan segera ajukan SLHS
Baca juga: Lombok Tengah usulkan lima lokasi dapur MBG