Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurunkan petugas kesehatan pada sejumlah titik strategis arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, untuk mendukung masyarakat merasa aman dan nyaman menyambut Lebaran.
"Itu sebagai salah satu bentuk dukungan dan komitmen layanan untuk menciptakan mudik aman, nyaman, dan sehat," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan beberapa titik strategis arus mudik Lebaran yang dimaksudkan, seperti di Terminal Mandalika dan posko pengaman terpadu, bekerja sama dengan Polresta Mataram.
Dalam layanan tersebut, Dinkes menurunkan satu mobil ambulans disertai paramedis, terdiri atas satu dokter, perawat, dan sopir, di terminal dan masing-masing posko pengamanan yang dibentuk oleh Polresta Mataram.
"Satu titik minimal, kami turunkan 3-4 orang petugas untuk siaga," katanya.
Baca juga: Libur Lebaran, Puskesmas di Mataram siaga 24 jam
Dalam ambulans tersebut, lanjut Emirald, dilengkapi dengan berbagai obat-obatan dan peralatan medis untuk pertolongan pertama. Jika kondisi pemudik dinilai membutuhkan tindakan medis lebih lanjut, maka tim siap melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat.
Untuk penempatan personel, dilakukan sesuai dengan lokasi posko pengamanan. Misalnya, kata dia, untuk personel di Posko Pengamanan Kebon Roek, petugas diambil dari Puskesmas Ampenan.
Begitu juga untuk posko di Terminal Mandalika, menempatkan petugas medis yang ada di Kecamatan Sandubaya. Sedangkan di pos pantau Udayana disiagakan petugas dari Puskesmas Selaparang.
Baca juga: RS Moh Ruslan Mataram siaga 24 Jam selama libur Lebaran
Dia berharap melalui keterlibatan tim medis dalam pengamanan arus mudik tersebut dapat memberikan pelayanan medis cepat atau pertolongan pertama, sekaligus bisa memantau kondisi kesehatan pemudik, dan menangani kegawatdaruratan, seperti kecelakaan lalu lintas atau kelelahan.
Langkah itu bertujuan mengurangi angka kematian, memastikan keamanan perjalanan, serta menyediakan rujukan medis bagi pemudik.
"Karena itu, sinergi lintas sektor dan penempatan personel di posko-posko akan mengikuti arahan dari pihak Kepolisian (Polres) dan Dinas Perhubungan guna mendukung kelancaran arus mudik," katanya.