Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan pasar rakyat atau biasa dikenal pasar murah dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Senin, mengatakan, kegiatan pasar rakyat bertujuan untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
"Kegiatan pasar murah hari ini kami mulai di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Kemudian, akan dilanjutkan ke lima kecamatan lainnya se-Kota Mataram selama lima hari ke depan," katanya.
Berdasarkan hasil pantauan kegiatan pasar rakyat hari pertama di Kelurahan Pejeruk, antusias warga cukup tinggi dan mereka menyerbu sejumlah komoditas subsidi pemerintah, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, dan telur.
Komoditas yang disubsidi pemerintah seperti beras SPHP, Minyakita dan telur ayam, menjadi barang yang paling diburu warga karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.
Baca juga: Disdag Mataram sebut distribusi elpiji 3 kilogram ke pangkalan normal
Untuk Minyakita harganya jauh lebih murah, yakni Rp15.700 per liter, sementara di pasar atau pengecer lain harga minyak goreng bisa mencapai Rp21.000 hingga Rp24.000.
"Karena itu, ratusan stok Minyakita yang dibawa dari Bulog maupun distributor ludes dalam waktu singkat," katanya.
Untuk memastikan pemerataan, petugas memberlakukan pembatasan pembelian maksimal 2 liter per orang. Pihaknya terus memantau mitra-mitra Bulog agar tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sementara terkait laporan adanya pengecer yang menjual Minyakita hingga harga Rp21.000, pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan mitra resmi Bulog yang bermain harga.
Baca juga: Disdag Mataram mengusulkan perbaikan pasar tradisional
"Jika ada mitra Bulog yang menjual di atas HET, laporkan kepada kami. Sanksinya bisa sampai penutupan izin mitra tersebut," katanya.
Selain minyak goreng, beras SPHP yang dijual Rp12.500 per kilogram juga menjadi incaran warga karena di bawah harga pasar Rp13.000-Rp14.400 per kilogram, begitu juga dengan telur ayam dijual seharga Rp45.000-Rp47.000 per tray (satu tray isi 30 butir).
Hal itu jauh di bawah harga pasar tradisional yang saat ini mencapai Rp60.000-Rp62.000 per tray.
Kemudian gula pasir dijual dengan harga Rp17.500 per kilogram, sementara harga pasar tradisional dan modern mulai merangkak naik ke angka Rp18.000-Rp19.000 per kilogram.
Kemudian, harga daging ayam di pasar pantauan seperti Mandalika terpantau masih stabil dan fluktuatif di bawah harga acuan pemerintah (HAP), yakni sekitar Rp37.000 per kilogram, sedangkan HAP berada di angka Rp40.000.
Diharapkannya, kegiatan pasar rakyat itu dapat memberikan kemudahan dan mendekatkan masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok di bawah harga pasar, karena itu Pemerintah Kota Mataram akan menggelar kegiatan serupa di lima kecamatan lainnya.
"Tujuannya guna menjaga stabilitas harga dan membantu daya beli masyarakat di tengah kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok menjelang hari Raya Idul Adha," katanya.