Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, usulkan perbaikan sejumlah pasar tradisional untuk penanganan infrastruktur fisik agar bersih dan nyaman untuk kegiatan transaksi masyarakat.

"Beberapa pasar yang akan kami usulkan untuk perbaikan antara lain, Pasar Madalika, Kebon Roek, Pagesangan, dan Pasar Rembiga," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Jumat.

Menurut dia, kondisi pasar-pasar tradisional yang diusulkan rata-rata untuk perbaikan fasilitas umum, salah satunya toilet.

Rencana perbaikan Pasar Mandalika dan Kebon Roek diprioritaskan untuk perbaikan toilet dan penanganan kebocoran atap pada sejumlah los pasar. Sedangkan di Pasar Pagesangan, selain perbaikan toilet juga untuk revitalisasi bangunan termasuk los pasar agar lebih representatif.

"Pasar Rembiga, akan dilakukan penataan lagi terhadap sentara penjualan ikan hias yang kini menjadi pasar unggulan ikan hias di Kota Mataram," katanya.

Ia mengatakan usulan kebutuhan anggaran perbaikan pasar-pasar tradisional itu, saat ini masih dalam tahap penghitungan kebutuhan sesuai kondisi di masing-masing pasar.

"Kami belum bisa sebut secara rinci berapa kebutuhan yang akan kami usulkan," katanya.

Kalau sudah selesai, lanjutnya, usulan perbaikan pasar tradisional diajukan melalui APBD perubahan 2026, jika tidak memungkinkan karena adanya kebijakan efisiensi, kebutuhan akan diusulkan melalui APBD murni 2027.

Baca juga: Mataram siapkan loket tarik tunai dukung QRIS di pasar tradisional

Di sisi lain, menurut Irwan, dengan keterbatasan anggaran, kegiatan perbaikan pasar tradisional tahun 2026, baru bisa dilaksanakan di hanya untuk Pasar Cakranegara dengan anggaran Rp900 juta.

"Perbaikan Pasar Cakranegara, kami fokus pada penggantian atap sebab kondisinya sudah rusak berat. Akibatnya, setiap hujan terjadi genangan pada los pasar," katanya.

Kondisi itu membuat para pedagang, terutama di lantai dua, memilih untuk meninggalkan lapak mereka dan beralih ke pasar-pasar lain di sekitarnya seperti Pasar Karang Seraye dan Pasar Sindu, sehingga jumlah pedagang turun hingga 50 persen dari total pedagang awal sekitar 400 orang.

Baca juga: Sampah pasar di Mataram disulap jadi Organik lewat 'Tempah Dedoro'

"Banyak pedagang kami yang lari, berhenti berjualan karena bocor. Karena saat hujan yang terjadi bukan sekadar air turun, tapi banjir sampai ke bawah," katanya.

Oleh karena itu, kata Irwan, revitalisasi atap Pasar Cakranegara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat diharapkan menjadi daya tarik agar para pedagang bersedia kembali berjualan di dalam pasar dengan jaminan kenyamanan dan kondisi bangunan yang tidak bocor lagi.