Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mempercepat penyusunan dokumen untuk pembangunan jalan bypass yang menghubungkan antara Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur.
Kepala Dinas PUPR Perkim NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengakui, rencana pembangunan jalan bypass tersebut masih dalam tahap penyusunan dokumen baik itu detail engineering desain (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) setelah itu baru dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS).
"Sekarang itu lagi persiapan lokasi, studi persiapan dokumen lingkungan, dokumen fisik, dokumen konstruksi, baru setelah itu diusulkan ke pusat karena nanti konstruksinya pusat yang tangani," ujarnya di Mataram, Selasa.
Ia menegaskan, pembangunan jalan bypass yang menghubungkan antar pelabuhan dengan pelabuhan itu sangat penting bagi NTB.
Pasalnya jalan ini direncanakan berfungsi sebagai koridor logistik pelabuhan ke pelabuhan, bukan sebagai rute kota biasa sehingga dengan fungsi itu, pergerakan truk dan kargo diharapkan tidak melewati pusat kota sehingga mengurangi beban jalan kota.
"Jika jalan ini beroperasi sesuai rencana, diharapkan terjadi pengalihan arus kendaraan berat dari jalur utama menuju koridor baru," kata Kusuma Wijaya.
Baca juga: Ketika jalan menjadi sayap pertahanan
Menurutnya, saat ini kondisi lalu lintas di jalan utama sangat berat terutama pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Beban diperparah oleh banyaknya mobil bertonase besar yang lewat sehingga pergerakan menjadi sangat lambat.
"Jadi, harapannya setelah koridor pelabuhan aktif, beban pada jalan utama akan berkurang signifikan pada akhir pekan," terangnya.
Kusuma Wijaya menambahkan, anggaran untuk pembangunan jalan bypass ini ditangani oleh pemerintah pusat menggunakan APBN. Mengingat, anggaran untuk membangun jalan tersebut cukup besar di mana sesuai rancangan awal mencapai Rp3,5 triliun.
"Dananya nanti pakai APBN. Tapi anggaran ini bisa aja naik tergantung kondisi," ujarnya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Bypass Lembar-Kayangan: Dari logistik ke pertahanan
Diketahui dalam rancangannya pembangunan jalan bypass ini membutuhkan anggaran Rp3,5 triliun. Anggaran ini mencakup untuk pembangunan jalur baru dari Sengkol Lombok Tengah sampai Pringgabaya Lombok Timur. Kemudian, peningkatan jalan dari Bundaran Gerung Lombok Barat sampai Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah.
Dari anggaran Rp3,5 triliun, segmen Sengkol-Pringgabaya menyerap porsi terbesar, yakni sekitar Rp2,8 triliun. Sementara itu, peningkatan Bypass BIL sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan Rp700 miliar.
Untuk desain trase bypass diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman. Strategi ini diambil untuk menghindari lonjakan biaya pembebasan lahan.
Jalan tersebut rencananya dibangun dengan lebar 25-30 meter, dua jalur dan empat lajur, dilengkapi jalur lambat di beberapa titik persimpangan seperti pada bypass Mandalika.
Rute bypass akan melewati Keruak, Labuhan Haji, Korleko, Pohgading, hingga Pringgabaya. Dari total panjang 25 kilometer, sekitar 13 kilometer berada di wilayah Lombok Tengah dan 12 kilometer di Lombok Timur.
Keberadaan bypass ini menjadi jalur strategis dan mampu memangkas waktu tempuh dari Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan. Karena, dengan kondisi yang ada saat ini waktu yang dibutuhkan bisa sampai 3 - 4 jam. Namun, dengan kehadiran bypass baru itu nantinya bisa menjadi dua jam.
Selain memotong waktu tempuh jalan bypass ini memperlancar arus logistik dan mengurai kemacetan di jalur existing mulai dari Kota Mataram hingga ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.