Mataram (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengembangkan teknologi biodigester pintar berbasis internet of things untuk mengubah limbah menjadi biogas dan pupuk organik guna mewujudkan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan daya saing daerah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan seluruh pengembangan riset dan inovasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Semua riset dan inovasi ujungnya harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," ujar dia di Mataram, Senin.

BRIDA NTB bersama perguruan tinggi sedang menyiapkan implementasi pengembangan pertanian terintegrasi berbasis smart farming dan biodigester portable yang memanfaatkan limbah organik menjadi biogas, pupuk cair, hingga sumber energi alternatif.

Kawasan pertanian terintegrasi tersebut mencakup fasilitas hidroponik, bioflok, budidaya maggot, hingga pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi mandiri.

Aryadi memproyeksikan program itu menjadi proyek percontohan dalam hal pengelolaan ekonomi sirkular yang mendukung pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Hasil riset pengelolaan air lindi saat ini mulai memasuki tahap implementasi melalui pengembangan biodigester portable di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: BRIDA dukung bengkel konversi motor listrik SMKN 3 Mataram naik level

Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi beban TPA Kebon Kongok yang kelebihan kapasitas sekaligus menghasilkan gas metana dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan petani.

Akademisi Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram) Misbahuddin menyatakan penelitian tahun kedua kali ini difokuskan terhadap pengembangan biodigester portable berbasis internet of things.

Baca juga: BRIDA NTB mengembangkan teknologi biodigester

Teknologi itu memungkinkan pemantauan produksi gas secara realtime melalui ponsel pintar, termasuk pengendalian tekanan gas secara otomatis untuk menjaga keamanan sistem.

SMK Pertanian Pembangunan Negeri Mataram menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan proyek percontohan pertanian cerdas sebagai sarana pembelajaran siswa dan pengembangan wisata edukasi pertanian berbasis teknologi.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026